MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Upaya pemerataan akses tanah dan kepastian hukum bagi masyarakat terus digencarkan. Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, secara resmi membuka Rapat Koordinasi Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Kapuas Hulu yang digelar di Aula Kantor Pertanahan Kabupaten Kapuas Hulu, Jumat (24/7/2026).
Rakor ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat penyelesaian persoalan pertanahan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan tanah yang adil.
Rapat koordinasi tahun ini mengusung tema “Sinergitas GTRA: Redistribusi Tanah di Atas Hak Pengelolaan Bank Tanah dan Optimalisasi Potensi TORA untuk Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat.”
Tema tersebut menjadi landasan diskusi dalam memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, Kantor Pertanahan, dan seluruh anggota GTRA dalam mendukung pelaksanaan reforma agraria di daerah.
Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan menegaskan bahwa reforma agraria merupakan salah satu program strategis nasional yang memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
“Reforma agraria tidak hanya sekadar membagi tanah. Lebih dari itu, ini adalah instrumen untuk memberikan kepastian hukum, pemerataan penguasaan tanah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan tanah yang produktif dan berkelanjutan,” ujar Bupati.
Menurutnya, dengan adanya kepastian hak atas tanah, masyarakat akan memiliki rasa aman dan kesempatan yang lebih besar untuk mengembangkan kegiatan ekonomi.
“Reforma agraria memberikan rasa keadilan bagi masyarakat. Melalui program ini, masyarakat memperoleh kepastian hak atas tanah sehingga memiliki kesempatan yang lebih besar untuk meningkatkan taraf hidup,” tegasnya.
Bupati juga menyoroti pentingnya mengoptimalkan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA), termasuk pelaksanaan redistribusi tanah di atas Hak Pengelolaan Bank Tanah.
Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi lintas sektor.
“Keberhasilan reforma agraria ada di tangan kita semua. Saya minta seluruh anggota GTRA bekerja solid, berkoordinasi, dan memastikan setiap kebijakan dijalankan sesuai ketentuan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pesan Bupati Fransiskus.
Lebih lanjut, Bupati berharap Rakor GTRA ini dapat menghasilkan rekomendasi dan langkah konkret untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan pertanahan di Kapuas Hulu.
“Kita ingin tata kelola pertanahan di Kapuas Hulu berjalan adil, transparan, dan berkelanjutan. Rakor ini harus melahirkan solusi, bukan hanya wacana,” tambahnya.
Bupati berharap, melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu bersama Kantor Pertanahan Kabupaten Kapuas Hulu dan seluruh unsur GTRA berkomitmen untuk terus mendukung pelaksanaan reforma agraria.
“Komitmen tersebut diarahkan untuk tiga tujuan utama yang pertama menciptakan pemerataan akses terhadap tanah dan yang kedua meningkatkan produktivitas masyarakat, “ujarnya.
Kemudian lanjut Bupati, Ketiga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan*
“Dengan sinergi yang kuat, diharapkan reforma agraria di Kapuas Hulu tidak hanya menjadi program di atas kertas, tetapi benar-benar membawa perubahan nyata bagi masyarakat, “tutup Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan. (*)














