MATTANEWS.CO, PEMALANG – Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro memberikan pesan mendalam kepada para relawan donor darah agar senantiasa menikmati peran mulia mereka dan tidak merasa lelah dalam membantu sesama.
Hal ini disampaikannya saat acara pelepasan calon penerima Penghargaan Donor Darah Sukarela (DDS) 50, 75, dan 100 kali serta pembinaan relawan kebencanaan tahun 2025, yang digelar pada Rabu (30/7),di Pendopo Kabupaten Pemalang.
Dalam acara yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Pemalang tersebut, sebanyak 21 orang relawan diberangkatkan menuju Semarang dan 8 orang lainnya menuju Jakarta untuk menerima penghargaan langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Saya berharap, jangan pernah merasa lelah. Justru rasakan nikmatnya menjadi relawan donor darah yang bisa memberi manfaat nyata bagi sesama,” ungkap Anom penuh semangat.
Bupati juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada para pendonor darah yang telah menyumbangkan darah mereka hingga puluhan bahkan ratusan kali.
Menurutnya, dedikasi luar biasa tersebut pantas disebut bukan sekadar relawan, melainkan sukarelawan sejati.
“Ini bukan lagi relawan biasa, tapi sukarelawan karena jasanya tak terhitung dalam membantu orang lain. Selain bermanfaat bagi penerima, donor darah juga memberi manfaat kesehatan bagi pendonornya,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Anom juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Dandim Pemalang yang telah mengawal pelaksanaan Bulan Dana PMI.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Pak Dandim selaku Ketua Bulan Dana PMI atas dukungan dan pencapaiannya,” ujar Anom.
Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Pemalang, Akhmad Patah, menjelaskan bahwa kebutuhan darah di wilayahnya sangat tinggi. Setiap bulan, PMI Pemalang harus menyediakan sekitar 1.800 kantong darah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Sebelum ada keterlibatan ASN, TNI, dan Polri dalam kegiatan donor, jumlah kantong darah yang dikumpulkan dari masyarakat hanya berkisar 400 kantong per bulan. Kehadiran relawan sangat membantu,” jelasnya.
Selain relawan donor darah, PMI Pemalang juga memiliki sekitar 60 relawan kebencanaan yang telah terlatih dan siap siaga 24 jam.
Mereka menjadi garda terdepan dalam penanganan berbagai kondisi darurat seperti kecelakaan maupun bencana alam.
“Total ada sekitar 140 relawan DDS dan kebencanaan, berasal dari berbagai latar belakang pegawai, kepala desa, lurah, hingga pihak swasta. Mereka semua bergerak atas dasar kemanusiaan tanpa mengharapkan imbalan,” imbuh Patah.
Sebagai informasi, kegiatan donor darah rutin diadakan oleh PMI Pemalang setiap dua bulan sekali di Pendopo Kabupaten.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya konkret dalam menjaga ketersediaan stok darah serta membangun budaya solidaritas di tengah masyarakat.














