MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, resmi melantik Agustinus Stormandi sebagai Penjabat Sementara Sekretaris Daerah (Pj Sekda).
Pelantikan yang digelar pada Jumat, 3 Oktober 2025, itu menandai dimulainya tanggung jawab baru untuk menjaga keberlangsungan roda pemerintahan di tengah tantangan berat yang menghadang.
Jabatan Pj Sekda ini diisi untuk mengatasi kekosongan setelah pejabat sebelumnya Mohd. Zaini memasuki masa purna tugas. Stormandi akan menjabat sementara hingga proses seleksi Sekda definitif rampung.
Menurut Bupati Sis, kehadiran Pj Sekda menjadi kunci agar pemerintahan daerah tidak terhambat, terutama menjelang pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.
Tantangan APBD 2026
Tugas awal Pj Sekda bukan perkara ringan. Bupati mengungkapkan adanya pemotongan transfer keuangan daerah dan dana desa sebesar 27,3% atau sekitar Rp480 miliar.
Angka yang tidak kecil ini diperkirakan berdampak langsung pada berbagai program prioritas, mulai dari pelayanan dasar, pembangunan infrastruktur, pendidikan, hingga kesehatan.
“Pemotongan ini diprediksi berdampak signifikan pada program-program pelayanan publik. Karena itu, perangkat daerah harus benar-benar optimal dalam menggunakan anggaran yang ada,” ujar Bupati Sis.
Pesan tersebut jelas menunjukkan bahwa Pj Sekda dituntut untuk mengkoordinasikan perangkat daerah agar setiap rupiah anggaran dapat terserap efektif.
Dalam kondisi fiskal terbatas, kemampuan manajerial dan komunikasi birokrasi menjadi kunci agar pelayanan publik tetap berjalan tanpa terputus.
Koordinasi Perangkat Daerah
Bupati Sis menekankan bahwa peran Pj Sekda bukan sekadar administratif, tetapi juga kepemimpinan koordinatif. Kepala perangkat daerah diingatkan agar tetap fokus menjalankan fungsi sebagai abdi negara sekaligus pelayan masyarakat.
“Pj Sekda harus mampu memimpin koordinasi lintas sektor, dari pendidikan, kesehatan, hingga pembangunan desa. Tugas ini memang berat, tetapi sangat penting untuk memastikan pelayanan masyarakat tidak terganggu,” tegas Bupati Sis.
Dalam situasi seperti ini, langkah strategis yang diambil akan menentukan arah pembangunan Kapuas Hulu ke depan. Jika koordinasi berjalan efektif, keterbatasan anggaran bisa diimbangi dengan efisiensi program dan kolaborasi antarinstansi.
Harapan Seleksi Sekda Definitif
Selain melantik Pj Sekda, Bupati juga menyinggung soal seleksi Sekda definitif. Saat ini, tiga nama calon Sekda telah diajukan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Ia berharap proses seleksi bisa selesai sebelum 5 Januari 2026, sehingga transisi kepemimpinan di level birokrasi tertinggi daerah tidak berlangsung terlalu lama.
“Saya percaya Pj Sekda Agustinus Stormandi dapat menjalankan tugasnya dengan baik sampai proses seleksi selesai,” tutur Bupati Sis.
Kepastian pengisian jabatan Sekda definitif menjadi penting, mengingat perannya sangat strategis dalam mengawal arah pembangunan daerah.
Namun, sambil menunggu kepastian, Stormandi harus siap menanggung beban besar di pundaknya.
Pelantikan Agustinus Stormandi tidak sekadar seremoni birokrasi, melainkan sebuah ujian nyata bagi kapasitas manajerial aparatur daerah. Pemotongan dana hingga ratusan miliar rupiah menuntut adanya strategi inovatif, bukan hanya menjalankan rutinitas administratif.
Dalam konteks pelayanan publik, kondisi fiskal yang terbatas sering kali membuat daerah harus memilih prioritas. Apakah Kapuas Hulu akan lebih fokus pada infrastruktur, pendidikan, atau layanan kesehatan? Semua tergantung pada bagaimana Pj Sekda dan timnya membaca kebutuhan paling mendesak masyarakat.
Dari sisi politik birokrasi, pelantikan ini juga memberi sinyal stabilitas pemerintahan. Mengisi kekosongan jabatan Sekda tepat waktu berarti menjaga kontinuitas kebijakan. Jika tidak, roda pemerintahan bisa terganggu, apalagi menjelang pembahasan APBD yang penuh dinamika.
Dengan beban ganda, antara menjalankan peran teknokratis dan memimpin koordinasi antarperangkat daerah, Agustinus Stormandi akan menjadi figur penentu apakah Kapuas Hulu bisa tetap menjaga ritme pembangunan di tengah tekanan fiskal.
Pelantikan Pj Sekda Kapuas Hulu bukan hanya tentang pergantian jabatan. Ini adalah momentum uji kepemimpinan birokrasi daerah menghadapi realitas anggaran yang terpangkas drastis.
Bupati Fransiskus Diaan jelas menaruh harapan besar agar Agustinus Stormandi mampu mengawal koordinasi, menjaga kualitas pelayanan publik, serta menyiapkan transisi yang mulus menuju Sekda definitif.
Masyarakat Kapuas Hulu tentu menanti bukti, bukan sekadar janji. Apakah pelayanan publik tetap berjalan optimal di tengah pemangkasan anggaran? Semua akan terjawab dari langkah-langkah strategis yang diambil Pj Sekda dalam beberapa bulan kedepan.














