BERITA TERKININUSANTARAPEMERINTAHAN

Bupati Sis Tegaskan: Pancasila Harus Hidup di Setiap Kebijakan dan Denyut Nadi Anak Bangsa

×

Bupati Sis Tegaskan: Pancasila Harus Hidup di Setiap Kebijakan dan Denyut Nadi Anak Bangsa

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Ratusan aparatur sipil negara, TNI-Polri, pelajar, tokoh adat, dan masyarakat berdiri tegak di lapangan upacara Putussibau, Senin 1 Juni 2026 pagi. Dibawah terik matahari, mereka memperingati Hari Lahir Pancasila ke-79.

Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan memimpin langsung upacara sebagai inspektur, membacakan amanat Kepala Badan Pembina Ideologi Pancasila BPIP Yudian Wahyudi.

Upacara ini bukan sekadar seremoni tahunan. Tema tahun 2026 Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia mengingatkan seluruh elemen bahwa Pancasila adalah kompas bangsa di tengah derasnya arus globalisasi, disrupsi teknologi, dan potensi perpecahan.

Kehadiran jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Forkopimda Kapuas Hulu membuat upacara semakin khidmat.

Turut hadir tokoh masyarakat, tokoh adat dengan pakaian kebesaran Dayak dan Melayu, tokoh agama dari berbagai keyakinan, serta pimpinan BUMN dan BUMD se-Kota Putussibau.

Barisan peserta dari OPD, pelajar, hingga ormas berdiri rapi. Pengibaran Sang Merah Putih diiringi lagu Indonesia Raya mengawali rangkaian, dilanjutkan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan yang merumuskan dasar negara.

Membacakan amanat Kepala BPIP, Bupati Fransiskus Diaan yang akrab disapa “Sis” menegaskan pesan utama Pancasila tidak boleh berhenti sebagai hafalan atau pajangan di dinding.

“Pancasila bukan sekadar teks sejarah, tetapi harus menjadi living ideology (ideologi yang hidup) dalam setiap kebijakan publik,” tegas Bupati di hadapan peserta upacara.

Tak hanya itu, amanat itu menyoroti bagaimana Pancasila telah terbukti menjadi bintang penuntun yang kokoh.

“Sejak 1945, dasar negara ini menjaga Indonesia tetap satu meski berbeda suku, agama, ras, dan golongan. Di era disrupsi digital dan polarisasi global saat ini, Pancasila kembali diuji relevansinya, “tutur Bupati.

Sebagai bangsa besar, lanjut Bupati membacakan amanat, Indonesia memikul tanggung jawab konstitusional untuk turut menciptakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

“Nilai-nilai Pancasila ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan justru relevan menjadi fondasi perdamaian dunia, “ucap Bupati.

Bupati juga menyampaikan poin penting dari amanat BPIP tentang peran pemimpin. Pemimpin nasional maupun daerah dituntut menjamin hak-hak masyarakat kecil terpenuhi.

“Tidak boleh ada kebijakan yang melupakan kaum rentan, “kata Sis

Lebih tegas lagi, pemimpin harus berani melawan segala bentuk intoleransi, radikalisme, dan paham yang merusak harmonisasi kebangsaan. Kapuas Hulu yang multietnis dan multi agama disebut sebagai contoh nyata bagaimana Pancasila menjaga kerukunan.

“Di Kapuas Hulu kita hidup berdampingan. Dayak, Melayu, Tionghoa, Jawa, dan suku lainnya. Muslim, Katolik, Protestan, Konghucu. Semua bersaudara karena Pancasila. Ini harus kita jaga,” ujar Bupati usai membacakan amanat.

Bagian yang paling ditekankan adalah pesan untuk generasi muda. Bupati mengimbau agar anak muda tidak hanya menjadikan Pancasila sebagai wawasan di kepala, tapi mengamalkannya dalam tindakan nyata.

“Generasi muda, sebagai penjaga masa depan, diimbau agar tidak hanya menyimpan nilai Pancasila sebagai wawasan, tetapi mengamalkannya dalam kehidupan nyata. Gotong royong saat kerja bakti, toleransi saat beda pendapat, jujur saat ujian, disiplin saat bekerja itulah Pancasila yang hidup,” lanjutnya.

Di era media sosial, Bupati mengingatkan agar anak muda bijak. Jangan mudah terprovokasi hoaks, ujaran kebencian, atau konten yang memecah belah.

“Sebaliknya, jadikan platform digital untuk menyebarkan nilai persatuan dan kreativitas positif, “pesan Sis.

Mengakhiri amanat, seluruh peserta diajak memperteguh komitmen kebangsaan. Pancasila ditegaskan akan terus menjadi kekuatan utama yang menjaga kedaulatan dan martabat Republik Indonesia di mata dunia.

“Selama nilai-nilai luhur Pancasila terus dijaga dalam setiap denyut nadi anak bangsa, maka Indonesia akan tetap berdiri tegak, berdaulat, dan disegani dunia,” tutup Bupati membacakan amanat BPIP. (*)