MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG– Bupati Tulungagung Provinsi Jawa Timur H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., didampingi Wakil Bupati H. Ahmad Baharudin, S.M., menghadiri Haul Abuya Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki Al-Hasan sekaligus halalbihalal Lebaran 2025 di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Azhaar Desa Kedungwaru, Kecamatan Kedungwaru setempat, Sabtu (12/4/2025) Malam.
Dalam sambutannya, Pria kerap disapa Gatut Sunu mengatakan bahwasanya Ponpes saat ini mempunyai peran yang sangat besar dan mulia dalam menjaga akhlak anak-anak penerus Bangsa ini.
Untuk itu, sambung Gatut Sunu, di kesempatan yang mulia ia menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ponpes Al Azhaar Kecamatan Kedungwaru ini.
“Ponpes Al Azhaar ini telah berjuang maksimal dan membantu Pemkab Tulungagung dalam upaya meningkatkan pendidikan karakter kepada anak-anak kita semua,” ucapnya.
“Hal itu sejalan dengan Visi dan Misi Kabupaten Tulungagung saat ini yaitu mewujudkan masyarakat Tulungagung yang maju sejahtera dan berakhlak mulia sepanjang masa,” imbuhnya.
Masih dalam sambutannya, Gatut Sunu menambahkan momentum halalbihalal Lebaran 2025 ia menyampaikan atas nama pribadi dan Pemkab Tulungagung menyampaikan selamat Idul Fitri 1 Syawal 1446 Hijriah Minal Aidzin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan Batin.
“Mari kita berdoa semoga amal ibadah kita semua diterima Allah SWT dan dihapus dosa-dosa kita.
Mudah-mudahan silaturahmi ini dijadikan sarana dan momentum saling memaafkan, introspeksi diri serta memperkuat Ukhuwah Islamiyah,” tambahnya.
“Sebagai umat Islam sekaligus insan yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, meningkatkan dan mempererat silaturahmi merupakan kewajiban terutama dalam melaksanakan hablun minannas,” sambungnya.
“Pentingnya silaturahmi sebagaimana pentingnya silaturahmi sebagaimana diisyaratkan Allah SWT. Dalam Al-Qur’an Surat Ali Imron Ayat 112: Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada kecuali jika mereka berpegang kepada tali (Agama) Allah dan tali perjanjian dengan manusia,” katanya menambahkan.
Lebih lanjut Gatut Sunu menjelaskan bahwasanya makna pertemuan ini begitu besar dan sungguh tak ternilai, terutama untuk lebih memperkuat rasa kekeluargaan, jiwa persaudaraan, meningkatkan toleransi dan kesepahaman dalam menyikapi berbagai tantangan yang senantiasa menyertai segala aspek kehidupan.
“Sehingga berdampak serius dan cukup memprihatinkan, Maka, perlu kiranya juga ia menyampaikan bahwa silaturahmi ini merupakan salah satu media yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana evaluasi, introspeksi, serta penyaluran dinamika aspirasi, baik yang bersumber dari anggota maupun masyarakat,” pungkasnya.














