MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG- Sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan penguatan peran pendidikan tinggi dalam pembangunan berkelanjutan, Bupati Tulungagung, Provinsi Jawa Timur, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., menghadiri kegiatan penanaman 1.000 pohon di kawasan wisata Cafe Pinus Desa Nglurup Kecamatan Sendang setempat, Rabu (23/7/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah (SATU) Tulungagung dengan tema “Literasi Digital Menuju Desa Ramah Lingkungan.”
Dalam sambutannya, Bupati Gatut Sunu lebih kerap disapa mengapresiasi penuh inisiatif UIN SATU yang tidak hanya mengusung tema progresif, tetapi juga menggabungkan dua aspek penting dalam pembangunan masa depan: digitalisasi dan pelestarian lingkungan.
“Penanaman pohon ini bukan hanya sekadar kegiatan simbolik. Kegiatan ini merupakan manifestasi dari komitmen ekologis yang berakar pada nilai-nilai keimanan dan tanggung jawab spiritual,” ucap Gatut Sunu.
“Kegiatan penanaman pohon ini juga dimaknai sebagai bagian dari program ekoteologi dan ReliGreen yang diusung UIN SATU Tulungagung,” imbuhnya.
Menurut Gatut Sunu, ekoteologi adalah pendekatan integratif yang menggabungkan aspek spiritualitas dengan tanggung jawab ekologis, menjadikan pelestarian alam sebagai bagian dari ibadah.
“Kami berharap bahwa program ReliGreen tidak berhenti pada masa KKN saja, melainkan dapat berlanjut sebagai gerakan kampus yang bersinergi dengan program-program lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung,” tambahnya.
“Saya berharap gerakan ini dapat menjadi inspirasi bagi kampus-kampus lain untuk ikut ambil bagian dalam menciptakan lingkungan yang berkelanjutan,” sambungnya.
Lebih lanjut Gatut Sunu menjelaskan bahwasanya Desa Nglurup dipilih sebagai lokasi penanaman karena karakter geografisnya yang berbukit dan rawan erosi. Menanam pohon di wilayah ini diharapkan dapat memberikan dampak ekologis jangka panjang, menjaga kualitas air, serta menciptakan udara yang lebih bersih.
Pemkab Tulungagung, jelas Gatut Sunu, sangat mengapresiasi keterlibatan lebih dari 360 mahasiswa KKN yang tersebar di berbagai desa di Kecamatan Sendang. Ia menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan dan katalisator yang menjembatani ilmu pengetahuan dengan kehidupan masyarakat.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk ikut merawat pohon-pohon ini. Karena menanam pohon bukan sekadar aksi hari ini, melainkan investasi untuk masa depan,” terangnya.
“Penanaman 1.000 pohon diharapkan menjadi tonggak baru dalam gerakan ekologis di Kabupaten Tulungagung, sejalan dengan visi pemerintah daerah yang berkomitmen membangun desa berbasis digital dan ramah lingkungan,” pungkasnya.
Pantauan Mattanews.co, kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD diwakili Komisi A DPRD Tulungagung, Rektor UIN SATU, dan para pejabat UIN SATU Tulungagung, Camat Sendang, Kepala Desa Ngulurup, serta seluruh unsur Forkopimcam Kecamatan Sendang.














