MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG- Kabupaten Tulungagung kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat Jawa Timur. Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., meraih Penghargaan Pengembangan Geopark dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, yang diserahkan melalui Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim, Evy Avianasari, pada penutupan Festival Dewi Cemara 2025 di Bondowoso, Minggu (24/8/2025).
Penghargaan itu diterima oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tulungagung, Drs. Johanes Bagus Kuncoro, M.Si., yang juga menjabat Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tulungagung.
Piagam penghargaan bernomor 100.3.3/2331/KPTS/033.2/2025 tersebut ditandatangani langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pada 22 Agustus 2025 di Surabaya. Isinya menegaskan kontribusi Bupati Tulungagung dalam mendorong pengembangan Geopark di Jawa Timur.
“Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen Tulungagung dalam mengembangkan Geopark ‘The Home of Wadjak Man’. Saat ini, Geopark Tulungagung tengah menjalani proses penilaian dan verifikasi lapangan oleh Tim Penilai Geopark Nasional. Bahkan, tahun 2025 ini, Tulungagung menjadi satu-satunya Aspiring Geopark di Indonesia yang dinilai,” ungkap Bagus, Rabu (27/8/2025).
Ia menambahkan, Gubernur Khofifah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim juga menegaskan dukungan penuh terhadap pengembangan Geopark. Hal itu diwujudkan dengan pembentukan Forum Geopark Jawa Timur melalui Keputusan Gubernur Nomor 188/143/KPT/013/2023.
“Forum ini diharapkan mampu mengoptimalkan potensi geopark yang beragam sekaligus menjadi akselerator pembangunan berkelanjutan di Jatim,” tambahnya.
Pengembangan Geopark di Tulungagung sendiri, lebih lanjut, Bagus menjelaskan bahwasanya telah menjadi prioritas utama Bupati Gatut Sunu bersama Wakil Bupati, yang dituangkan dalam visi dan misi pemerintah daerah: mewujudkan pariwisata berbasis Taman Bumi (Geopark) sebagai warisan bumi dan pilar ekonomi hijau bagi masyarakat.
Prestasi ini bukan sekadar piagam penghargaan, sambung dia, lebih dari itu, capaian Tulungagung merupakan pijakan awal menuju mimpi besar: menembus jaringan UNESCO Global Geopark. Bila sukses, Tulungagung bukan hanya dikenal sebagai The Home of Wadjak Man, tetapi juga akan berdiri sejajar dengan kawasan geopark dunia yang menjadi destinasi wisata, penelitian, dan konservasi kelas internasional.
“Semangat ini bukan hanya soal prestasi daerah, tetapi juga warisan penting untuk generasi mendatang,” jelasnya.
“Mari kita sengkuyung bersama. Memuliakan warisan bumi adalah jalan untuk mensejahterakan manusia sekaligus menjaga alam semesta,” pungkasnya.














