BERITA TERKININUSANTARAPEMERINTAHAN

Bupati Tulungagung Resmi Buka Muscab PKB 2026, Soroti Sinergi Politik dan Arah Pembangunan Daerah

×

Bupati Tulungagung Resmi Buka Muscab PKB 2026, Soroti Sinergi Politik dan Arah Pembangunan Daerah

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG — Bupati Tulungagung Provinsi Jawa Timur, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E. menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan partai politik dalam menjaga stabilitas sekaligus mempercepat pembangunan di daerah. Penegasan itu disampaikan saat membuka Musyawarah Cabang (Muscab) DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Tulungagung periode 2026–2031, di Hall Yudistira Barata, Tulungagung, Minggu (29/3/2026).

Di hadapan jajaran pengurus partai, tokoh NU, penyelenggara pemilu, akademisi, hingga organisasi kepemudaan, Bupati Gatut Sunu menilai Muscab bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan organisasi. Lebih dari itu, forum tersebut disebut sebagai momentum strategis untuk memperkuat arah perjuangan politik yang berpihak kepada masyarakat.

“PKB selama ini telah menunjukkan peran yang konstruktif dalam mengawal aspirasi masyarakat serta menjaga stabilitas sosial dan politik di Kabupaten Tulungagung,” kata Bupati Gatut Sunu dalam sambutannya.

Muscab PKB Tulungagung Jadi Momentum Konsolidasi Politik Daerah

Dalam pidatonya, Bupati Tulungagung menyebut PKB sebagai salah satu mitra penting pemerintah daerah dalam memastikan proses pembangunan berjalan efektif dan efisien. Menurutnya, tantangan daerah ke depan tidak semakin ringan, melainkan makin kompleks, mulai dari persoalan ekonomi, penguatan sumber daya manusia, hingga ketahanan sosial.

Karena itu, ia menekankan bahwa hubungan antara pemerintah daerah dan partai politik harus dibangun di atas kepentingan publik, bukan sekadar kepentingan elektoral jangka pendek.

“Ke depan, kita akan dihadapkan pada dinamika pembangunan yang semakin kompleks. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan partai politik, termasuk PKB, perlu terus diperkuat,” ujarnya.

Pernyataan itu menjadi sorotan penting dalam Muscab PKB Tulungagung, mengingat posisi partai politik dinilai sangat menentukan dalam menjembatani suara masyarakat dengan kebijakan pemerintah.

Bupati Minta Kader PKB Jadi Jembatan Aspirasi Rakyat

Bupati Gatut Sunu secara khusus berharap kader-kader PKB di Tulungagung dapat mengambil peran lebih aktif sebagai penghubung antara kebutuhan warga dengan arah kebijakan pemerintah daerah. Ia menilai pembangunan yang baik hanya bisa lahir jika kebijakan disusun berdasarkan persoalan riil yang dihadapi masyarakat.

“Saya berharap kader PKB dapat mengambil peran yang lebih aktif sebagai jembatan aspirasi masyarakat dengan pemerintah daerah, sehingga setiap kebijakan yang dirumuskan benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Pesan ini memperlihatkan bahwa Muscab tidak hanya dipandang sebagai urusan internal partai, tetapi juga berkaitan langsung dengan masa depan tata kelola pemerintahan dan kualitas demokrasi lokal di Tulungagung.

Suasana Lebaran Dinilai Bawa Spirit Kejernihan Politik

Menariknya, Muscab DPC PKB Tulungagung tahun ini digelar dalam nuansa Idulfitri 1447 Hijriah. Dalam sambutannya, Bupati Gatut Sunu lebih dulu menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri kepada seluruh peserta dan tamu undangan.

Ia menilai suasana Lebaran semestinya menjadi energi moral bagi seluruh kader partai untuk menata ulang orientasi politik agar tetap berpijak pada nilai keislaman yang moderat, semangat nasionalisme, dan keberpihakan kepada masyarakat kecil.

“Saya berharap Muscab ini melahirkan kejernihan orientasi dalam berpolitik, yaitu orientasi pada nilai-nilai Islam yang moderat, nasionalisme, dan keberpihakan pada masyarakat,” ucapnya.

Pernyataan itu sekaligus menjadi penegasan bahwa ruang politik lokal tidak boleh kehilangan pijakan etika dan nilai-nilai kebangsaan.

Muscab Diharapkan Lahirkan Kepemimpinan PKB yang Solid dan Visioner

Selain sebagai forum konsolidasi, Muscab juga diharapkan mampu menghasilkan kepemimpinan baru DPC PKB Tulungagung periode 2026–2031 yang solid, visioner, dan mampu menjawab tantangan zaman.

Bupati Gatut Sunu menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya agenda tersebut, seraya berharap seluruh peserta mampu menempatkan kepentingan organisasi dan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Selama berlangsungnya Muscab, saya berpesan agar forum ini berjalan kondusif, dan seluruh peserta dapat menempatkan kepentingan organisasi dan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” tandasnya.

Pesan itu menjadi penting di tengah dinamika politik internal partai yang kerap menghangat menjelang penentuan arah kepemimpinan.

Resmi Dibuka, Muscab PKB Tulungagung Didorong Hasilkan Keputusan Strategis

Menutup sambutannya, Bupati Tulungagung secara resmi membuka Musyawarah Cabang DPC PKB Kabupaten Tulungagung periode 2026–2031. Ia berharap forum tersebut tidak berhenti pada agenda seremonial, tetapi benar-benar melahirkan keputusan yang berdampak nyata bagi masyarakat.

“Dengan mengucap Bismillaahirrahmaanirrahiim, Musyawarah Cabang DPC PKB Kabupaten Tulungagung Periode 2026–2031 secara resmi saya nyatakan dibuka dan dimulai,” ucapnya.

Ia pun menegaskan, hasil Muscab harus memberi manfaat luas, tidak hanya bagi struktur internal PKB, tetapi juga untuk arah pembangunan Kabupaten Tulungagung ke depan.

Muscab PKB Tulungagung 2026 bukan hanya panggung konsolidasi partai, melainkan juga ujian sejauh mana politik lokal mampu tetap berpihak pada rakyat. Saat Bupati menekankan sinergi, stabilitas, dan pembangunan, pesan yang muncul sangat jelas: politik daerah harus berhenti sekadar bicara kekuasaan, dan mulai fokus pada kerja nyata untuk masyarakat.