MATTANEWS.CO, TULUNGAGUNG – Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo didampingi Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait meninjau daerah Selingkar Waduk Wonorejo, di Kecamatan Pagerwojo pasca terjadinya bencana tanah longsor, Senin (22/11/2021).
Tanah longsor tersebut, menimpa 5 titik di kawasan Selingkar Waduk Wonorejo pada Kamis (18/11) sore.
“Jadi begini, dalam inspeksi mendadak (Sidak) ini, kita pastikan akses jalan menuju Dusun di kawasan Wonorejo harus dibuka pasca terjadinya tanah longsor tersebut,” kata Maryoto di lokasi pasca terjadi tanah longsor di Selingkar Waduk Wonorejo.
“Oleh karena itu disini, kita komplet dalam sidak kali ini saya (Bupati Tulungagung.red) bersama Kepala BPBD Suroto, pihak Perhutani dan Perusahan Umum Jasa Tirta (PJT) yang memiliki tanggung jawab kawasan wilayah sungai Brantas dan Selingkar Waduk Wonorejo,” imbuhnya.
Maryoto menambahkan, setelah melihat kondisi di Selingkar Waduk Wonorejo pasca tertimpa bencana longsor, sudah menginstruksikan kepada Dinas terkait agar akses jalan tersebut segera dibersihkan dari lumpur dan pohon-pohon yang tumbang.
“Setidak-tidaknya akses jalan ini harus dibuka, paling penting bisa jalan dulu, sehingga perbaikan sembari berjalan,” tambahnya.
“Kita targetkan 7 hari kedepan selesai, tidak sampai satu bulan,” sambungnya.
Melihat status akses jalan, lebih lanjut Maryoto menjelaskan, kawasan Selingkar Waduk Wonorejo merupakan daerah wisata sehingga banyak dikunjungi wisatawan baik lokal maupun dari luar kota.
“Kita tidak memandang status jalan ini, tapi apapun dan siapapun merupakan akses jalan dilalui masyarakat bagi yang ingin wisata, maka menjadi tanggung jawab bersama,” terangnya.
“Pasca terjadi bencana longsor di kawasan Selingkar Waduk Wonorejo merupakan prioritas perbaikan yang dilakukan oleh Pemerintah kabupaten Tulungagung, sehingga rehabilitasi akses jalan tersebut akan dilakukan secara bertahap,” imbuhnya.

Menurut perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), lebih dalam Maryoto memaparkan, curah hujan puncaknya akan terjadi pada Desember hingga Januari 2022.
Oleh karena itu, perlu mengantisipasi terjadinya bahaya bencana alam tersebut.
“Sudah sering saya katakan dan sarankan kelerengan ada elevasi (posisi vertikal.red) yang diatas 15-20 derajat keatas itu semakin miring kalau bisa jangan ditanami serabut seperti rumput gajah, tapi harus ditanami tanaman jenis keras,” paparnya.
Kata Bupati Maryoto, bencana longsor tersebut terjadi pada 5 titik di kawasan Selingkar Waduk Wonorejo.
Sedangkan membersihkan lumpur dari bencana longsor tersebut mengerahkan dua alat berat, dan itu sudah cukup yang lain masih digunakan normalisasi saluran agar tidak banjir.
Dengan demikian, sama-sama ditangani karena memiliki wilayah pegunungan ada 5 Kecamatan mulai dari Sendang Pagerwojo, Tanggunggunung, Pucanglaban, Kalidawir, dan sebenarnya masih ada wilayah Kecamatan Bandung dan Besuki juga ada pegunungannya, ada 7 Kecamatan.
“Mengalami tanah longsor dan kita tahu titik keempat sudah mulai terbuka dan titik kelima diujung itu sudah dalam pembersihan,” ujarnya.
“Yang jelas tiga titik diatas sudah bisa dilalui dan selesai,” sambungnya.
Bupati Tulungagung menghimbau kepada seluruh masyarakat dalam mengantisipasi terjadinya bahaya bencana alam agar turut mewaspadai, terlebih akhir-akhir ini curah hujan semakin intens.
“Mari kita jaga secara bersama dengan masyarakat, kalau aparat sendiri tidak bisa, dengan bersinergi bersama warga dalam hal pengamanan, pengelolaan maka dibentuk mandor lurah dalam menangani hal tersebut, termasuk bersinergi dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis),” pungkasnya.














