MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi Kabupaten Tulungagung mengalami cuaca ekstrem yang terjadi pada akhir 2021.
Prediksi BMKG, Kabupaten Tulungagung akan mengalami bencana alam akibat badai La Lina.
“Jadi begini, sesuai prediksi BMKG, Tulungagung akan mengalami bencana akibat La Lina, dengan demikian mengingatkan kepada kita semua baik aparat maupun stakeholder waspada terhadap terjadinya bencana alam tersebut,” kata Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo didampingi Dandim 0807 Letkol Inf Yoki Malinton Kurniafari bersama Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiakto usai Apel Pasukan dan Peralatan Kesiapan Penanggulangan Bencana di halaman Pemerintah kabupaten setempat, Senin (25/10/2021) Pagi.
“Sebagai antisipasi, kita sudah siapkan sarana dan prasarana menghadapi bencana alam tersebut,” imbuhnya.
Maryoto menambahkan, letak geografi Tulungagung memiliki pegunungan dan masyarakat bermukim dekat pantai, sangat rentan mengalami bencana alam.
Sesuai instruksi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur menginstruksikan dan mengingatkan kepada kita semua mewaspadai terjadinya bencana alam.
“Sesuai prediksi tersebut, bencana alam yang terjadi hujan lebat disertai tanah longsor, angin puting beliung disebabkan prediksi cuaca ektrem tersebut,” tambahnya.
“Dengan demikian, mari kita bersama dan mengingatkan kepada seluruh stakeholder dan masyarakat tetap waspada ancaman bencana alam,” sambungnya.
Bencana alam tersebut, Maryoto menjelaskan sebenarnya sering kita alami setiap tahun dalam memasuki musim penghujan.
“Kita tidak berharap bencana terjadi, namun begitu potensi bencana tetap selalu ada setiap musim hujan tiba,” terangnya.
Menurut Maryoto, setiap tahun sering mengalami bencana alam diantaranya seperti angin puting beliung, hujan lebat mengakibatkan tanah longsor, banjir rob terjadi akibat meningkatnya pengaruh badai La Nina sehingga air laut mengalami perubahan.
“Kita ketahui, hampir lima ribu masyarakat di lima wilayah Tulungagung bermukim di pesisir pantai,” ujarnya.
Selain itu, bahaya banjir bandang sering mengalami, dan bukan hanya banjir bandang secara lingkungan saja tapi mengakibatkan kerusakan sarana prasarana juga masalah pertanian sehingga perlu diwaspadai sekaligus bencana lainnya.
Pemerintah kabupaten, lebih lanjut Maryoto memaparkan adanya prediksi dari BMKG maupun BPNB akan terjadi cuaca ekstrem dan bencana tersebut, maka kita harapkan kepada semua stakeholder dan petugas agar dapat mensosialisasikan kepada masyarakat mewaspadai bahaya bencana alam.
“Bencana ini setiap tahun kita sering kita alami, maka Pemkab berkewajiban melindungi warganya. Oleh karena itu perlu diingatkan kepada semua pihak ikut membantu dalam memberikan edukasi kepada masyarakat dalam menghadapi bencana,” paparnya.
“Teman-teman media, kita harapkan turut membantu mensosialisasikan kepada masyarakat akan bahaya bencana tersebut,” tukasnya.















