BERITA TERKINI

Cegah Corona, Warga Kecamatan Rantau Bayur Minta Aktivitas Batu Bara Dihentikan

×

Cegah Corona, Warga Kecamatan Rantau Bayur Minta Aktivitas Batu Bara Dihentikan

Sebarkan artikel ini

Reporter : Nasir

BANYUASIN, Mattanews.co – Masih hilir mudiknya ponton angkutan batu di Sungai Musi wilayah Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan (Sumsel), menimbulkan kepanikan warga desa sekitar.

Menurut himbauan Presiden Joko Widodo, Maklumat Kapolri dan Fatwa MUI, masyarakat dilarang melaksanakan kegiatan. Terutama yang menimbulkan kerumunan orang, untuk memutus mata rantai penyebaran wabah Virus Corona Covid-19.

Keluhan masyarakat terpantau ramai di perbincangkan di akun facebook Anang Im.

Mulai dari kritik pedas sampai komentar pesimis akankah di tegakannya maklumat Kapolri, yang sejauh ini sudah teruji dan dilaksanakan menyetop aktivitas kerumunan seperti acara hajatan pernikahan.

Pj Kades Tanjung Tige M. Sahar membenarkan, ada warganya bekerja di tempat loading batu bara.

“Kita tidak tahu asal usulnya pekerja ponton apa dari Jakarta (zona merah), Palembang (zona merah) atau prabumulih. Disana muncul kekhawatiran hal terburuk yang berakibat warga desa sekitar dapat terpapar corona, kami akan melakukan antisipasi peyebaran virus tersebut dan akan berkordinasi dengan kades desa tetangga guna mengkonfirmasi hal ihwal ini,” ucapnya, Jumat (10/4/2020).

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Banyuasin Anthony Liando menuturkan, secara kewenangan i,in berlayar ponton tersebut ada di Kantor Syahbandar dan Otiritas Pelabuhan(KSOP).

“Pos mereka ada di pengumbuk. Numpang di pos kita disana,” katanya.

Terpisah Kawillker Perambatan E.Heru Santoso mengatakan, atas dasar apa operasional ponton dihentikan.

“Batu bara adalah salah satu bahan bakar untuk PLN. Kalau dihentikan, mau pakai apa,” ujarnya.

Editor : Nefri