NUSANTARA

Dalam Suasana Duka, Paripurna DPRD Tanah Datar Tetap Berlangsung

×

Dalam Suasana Duka, Paripurna DPRD Tanah Datar Tetap Berlangsung

Sebarkan artikel ini

Reporter : M Rafi

TANAH DATAR, Mattanews.co Meskipun warga Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat (Sumbar) masih berduka dengan berpulangnya Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi, namun sidang Paripurna DPRD Tanah Datar tetap berlangsung.

Agenda paripurna tersebut menetapkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah-Perubahan (APBD-P) di tahun 2020, pada hari Senin (21/9/2020).

Sidang yang dipimpin langsung ketua DPRD Roni Mulyadi, didampingi wakil ketua Anton Yondra dan Saidani dan beberapa anggota Dewan yang hadir.

Dari pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar, yang dihadiri langsung Wakil Bupati (Wabup) Tanah Datar Zuldafri Darma dan kepala OPD di Pemkab Tanah Datar.

Roni Mulyadi meminta kepada peserta sidang, untuk mengawali sidang paripurna dengan melantunkan doa kepada almarhum Bupati Tanah Datar.

Zuldafri Darma langsung membacakan Nota Keuangan tentang Ranperda APBD-P tahun 2020.

Dalam Ranperda APBD-P 2020, jika terjadi penurunan pendapatan daerah sebesar 9,42 persen dibandingkan dengan APBD TA 2020 sekitar Rp1,335 triliun.

“Jika pendapatan daerah hanya terealisasi dengan perkiraan Rp1,209 triliun lebih, atau turun sekitar Rp125,783 miliar,” ucap Wabup Tanah Datar.

Diungkapkannya, pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) terjadi penurunan sebesar Rp42,032 miliar lebih, dari PAD yang dianggarkan sekitar Rp122,967 miliar.

Dibandingkan dengan APBD tahun anggaran 2020 sekitar Rp165 miliar, dengan persentase penurunan sebesar 25,47 persen.

“Komponen PAD yang mengalami penurunan tersebut terjadi pada sektor pajak sebesar 20,22 persen, retribusi daerah 64,69 persen dan PAD yang sah sebesar 26,54 persen,” ucapnya.

Berbanding terbalik dengan 3 komponen lainnya, lanjutnya, pada komponen hasil pengelolaan kekayaan daerah terjadi peningkatan 1,25 persen.

Atau meningkat Rp240 juta lebih dari yang dianggarkan lebih dari Rp19 juta.

Sedangkan pada pendapatan daerah yang sah terjadi peningkatan 8,77 persen, dibandingkan APBD TA 2020 lebih dari Rp178 miliar.

“Dimana dari yang dianggarkan lebih dari Rp194 Miliar meningkat sekitar Rp15 juta,” ucapnya.

Wabup Tanah Datar menyampaikan, jika penurunan tersebut terjadi karena menurunnya kegiatan perekonomian akibat pandemi Covid 19.

Selain itu, penurunan juga terjadi karena adanya penyesuaian pendapatan dari badan layanan umum pada puskesmas dan RSUD Ali Hanafiah Batusangkar.

“Penyesuaian PAD dengan mempertimbangkan realisasi PAD sampai dengan semester 1 anggaran 2020, dan menurunnya kegiatan perekonomian akibat pandemi Covid 19,” katanya.

Editor : Nefri