BERITA TERKINI

Dampak Banjir di Kapuas Hulu, 17 Sekolah Libur dan Belajar Daring Jika Memungkinkan

×

Dampak Banjir di Kapuas Hulu, 17 Sekolah Libur dan Belajar Daring Jika Memungkinkan

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Dampak banjir yang merendam sejumlah desa di wilayah Kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu telah menyebabkan lumpuhnya aktivitas masyarakat secara total, termasuk akses jalan dan fasilitas pendidikan.

“Sebanyak 17 sekolah harus diliburkan karena terdampak banjir sejak tanggal 29 November (hari ini),” ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu, Petrus Kusnadi, pada Rabu (29/11/2023).

Petrus Kusnadi merincikan bahwa dari jumlah sekolah yang diliburkan, terdiri dari 14 sekolah dasar (SD), 2 sekolah menengah pertama (SMP), dan 1 sekolah taman kanak-kanak (TK).

Sekolah yang diliburkan terletak di Kecamatan Bika sebanyak 9 sekolah, antara lain SDN 03 Melapi Manday, SDN 04Jelemuk, SDN 06 Jongkong Manday, SDN 07 Ujung Pinang, SDN 08 Bika, SDN 09 Patah Sandung, SDN 10 Penyeluang, SMPN 1 Bika, dan TKN Bika.

Sementara di Putussibau Selatan, 2 sekolah yang diliburkan yakni SDN 29 Tanjung Jati dan SDN 3 Teluk Barak.

Selanjutnya, di Bunut Hilir terdapat 3 sekolah yang diliburkan, di antaranya SDN 11 Tanjung Entibab, SDN 14 Tanjung Kapuas, SDN 07 Kuala Buin.

Kemudian di Boyan Tanjung, terdapat 3 Sekolah yaitu SDN 19 Benit, SDN 15 Landau Mentail, SMPN 4 Boyan Tanjung.

Kusnadi mengingatkan agar kepala sekolah dan guru terus memantau peserta didik dengan melibatkan orang tua.

“Proses belajar tetap dilakukan dengan cara belajar di rumah. Jika kondisi memungkinkan, komunikasi secara online antara peserta didik dan guru tetap bisa dilaksanakan,” pesannya.

Selain itu, Kadisdikbud Kabupaten Kapuas Hulu ini juga mengingatkan untuk tidak mengabaikan aset-aset sekolah, dan melibatkan warga masyarakat untuk membantu menyelamatkan aset-aset sekolah yang terdampak banjir.

“Tetap belajar di rumah. Komunikasi antara guru dan murid dilakukan secara daring jika memungkinkan, dan jika kondisi daerah sudah pulih, kegiatan belajar mengajar bisa diaktifkan kembali,” pesan Kusnadi.