Dampak Covid 19 Harga Jeruk Nipis Anjlok, Petani di Aceh Utara Mengeluh

  • Whatsapp

MATTANEWS.CO, LHOKSEUMAWE – Petani komoditi jeruk nipis di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara mengeluh anjloknya harga jual. Penurunan harga hingga mencapai 75 persen dampak dari covid 19.

“Harga jeruk nipis pada pedagang pengumpul turun jadi Rp3 ribu per kilogram dari Rp8 ribu. Hal ini terjadi selama pandemi” kata petani Gampong (desa) Buket Linteung, Zulkarnaini Harun kepada media ini, Senin (2/8).

Bacaan Lainnya

Penurunan harga mencapai Rp5 ribu per kg ini sangat berdampak pada ekonomi petani setempat, karena jeruk nipis merupakan komoditi andalan di Buket Linteung.

Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dimasa pandemi ini, warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani terpaksa bekerja serabutan.

Zulkarnaini menduga penurunan harga ini disebabkan daya beli masyarakat luar daerah seperti provinsi Sumatera Utara menurun. Hasil panen petani selama ini dipasok untuk kebutuhan di Kota Medan dan sekitarnya.

Sekedar catatan, kawasan Kecamatan Langkahan merupakan areal perkebunan warga dengan dominasi wilayah berbukit. Selain komoditas jeruk nipis, warga disana juga menanam berbagai jenis palawija dan petani sawah.

“Biasanya per  tiga hari sekali panen. Rata-rata sekali jual itu dapat mencapai Rp400 ribu. Semenjak harganya turun jadi tiga ribu rupiah per kilo, pendapatan hanya Rp150 ribu. Tentunya tidak cukup untuk memunuhi kebutuhan sehari-hari dan penurunan harga ini selama pandemi covid 19” ujarnya.

Zulkarnaini dan petani lainnya berharap pemerintah mencarikan solusi bagi masalah mereka serta berharap pandemi Covid 19 cepat berakhir.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait