MATTANEWS.CO, BATANGHARI – Danau Ugo merupakan danau yang berada kurang lebih dari Kantor Desa Aurgading, Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batanghari Jambi.
Danau yang memiliki luas 24 hektar tersebut, merupakan ujung tombak pencaharian Nelayan masyarakat di Desa Aurgading. Ikan lambak, ialah ikan penghuni Danau yang jadi sumber penghidupan masyarakat Desa.
Untuk sampai ke Danau Ugo, kita harus melewati jembatan gantung yang terbuat dari besi, dan sebagai akses satu-satunya menuju Danau. Jika perjalanan dilakukan dari Ibu Kota Batanghari yakni Muara Bulian, yang berjarak 48 KM akan menghabiskan waktu kurang lebih 1,2 Jam.
Saat Mattanews.co menghubungi Penjabat Kepala Desa Aurgading Habibullah mengatakan, perjalanan dari kantor desa ke lokasi danau berjarak 2 KM, melewati pemukiman warga dan hutan kebun karet milik warga.
“Iya, danau tersebut merupakan sumber penghidupan bagi warga Desa Aurgading denagn menangkap ikan menggunakan cara tradisional,” ungkap PJ Kades Aurgading Habibullah melalui pesan singkat WhatsApp, Sabtu (06/02/2021).
Dilanjutkan PJ. Kades Aurgading Habibullah, ia tidak dapat mengalokasikan anggaran untuk pembangunan Danau Ugo karena belum ada kejelasan Aset tersebut milik Desa atau milik Pemerintah Kabupaten.
“Jika boleh untuk pembangunan wisata desa, maka akan kita alokasikan pembangunannya menggunakan Dana Desa, namun ada wewenang Pemerintah Kabupaten Batanghari,” sambungnya.
Diceritakan PJ. Kades Aurgading, Danau Ugo diberi nama oleh penemunya yang bernama Ugo, namun tidak diketahui sejak kapan.
Rahmat Hidayat selaku warga Desa Aurgading berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Batanghari memperhatikan Danau Ugo untuk dijadikan Destinasi Wisata.
“Kami berharap pemerintah dapat membangun wisata Danau Ugo, karena selama ini hanya sebatas wacana. Jika benar terbangun penghidupan masyarakat sekitar mungkin dapat lebih baik lagi,” katanya singkat.














