Dapat Perhatian Pemerintah, Ibu Bocah Pengidap Cairan Otak Ucapkan Terima Kasih

MATTANEWS.CO, OKU TIMUR – Sempat diberitakan, bocah 11 tahun asal Dusun Bukit Napuh, Kelurahan Bukit Sari, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, yang mengidap penyakit cairan di otak, kini mendapat perhatian pemerintah. Ibu dari Kaka Aldiano mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan khalayak luas.

“Saya ucapkan terima kasih atas bantuannya dari pemerintah OKU Timur.” Ujar Muamanah (40), sang ibu yang sehari-hari berdagang sayur mayur di Pasar Inpres Martapura.

Ia juga meminta maaf kepada petugas yang datang jika tak sempat bertemu dirinya karen sedang jualan di pasar. Tapi, kata dia, bantuan berupa satu pak celana popok bayi, sekotak susu dan sekaleng wafer itu sudah diterima keluarganya. “Waktu petugas datang, yang nyambut mbahnya Kaka. Saya lagi jualan.” Sambungnya lagi.

Saat ditanya, apa ada bantuan berupa layanan kesehatan yang diberikan, Muamanah mengatakan belum ada. Ia mengakui jika akses terhadap pengobatan adalah salah satu hal yang diinginkan oleh keluarga. Apalagi, kata dia, keluarganya tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Masih kata dia, dari Yayasan Rumah Cinta OKU Timur juga berempati terhadap Kaka Aldiano, dengan memberikan bantuan berupa sembako kepada keluarga Kaka.

”Iya kemarin juga ada dari yayasan rumah cinta datang ngasih sembako. Alhamdulillah.” ujarnya.

Terpisah, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) OKU Timur, Angga, merasa heran dengan bantuan yang diberikan oleh pihak Pemerintah OKU Timur kepada Kaka Aldiano. Petugas Puskesmas yang katanya mewakili Dinas Kesehatan berkunjung membesuk tanpa ada pemberian layanan kesehatan. Pemberian berupa susu, roti dan popok balita tidak mencerminkan bantuan dari dinas yang menangani urusan kesehatan.

“Tugas pemerintah itu mengecek kondisi dari Kaka, menganalisis apakah ada opsi yang bisa ditempuh, tindakan medis apa yang sebaiknya diambil oleh keluarga. Bocah itu seharusnya diperiksa, apakah mengalami kondisi yang gawat, apakah ada evaluasi terhadap perawatan yang ditempuh keluarga. Artinya penyediaan layanan kesehatan. Karena itu yang diharapkan keluarga.” Cetus Angga

Bacaan Lainnya

Kalau sekedar besukan, kata Angga, itu bisa dilakukan oleh banyak pihak tanpa perlu membawa embel-embel kedinasan atau bahkan Pemda.

Sebagai informasi, Kaka Aldiano sempat diberitakan oleh sejumlah media di OKU Timur. Bocah berusia 11 tahun ini tubuh tidak normal. Di saat anak seusianya sudah sekolah dan sibuk bermain. Ia hanya tergolek di kasur. Kakinya mengecil karena tidak berfungsi, sementara anggota tubuh lainnya juga tak berfungsi.

Satu-satu pertanda bocah yatim ini masih hidup adalah matanya yang terbuka. Bocah ini tak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Bahkan bocah ini tak bisa membersihkan dirinya sediri. “Sampai umur empat tahun dia saya gendong,” kata sang Ibu. Anak bungsu dari 3 bersaudara ini ditinggal mendiang ayahnya pada 2019 silam akibat kecelakaan.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait