Reporter : Adi
PALEMBANG, Mattanews.co – Dalam menyerap aspirasi dari masyarakat DPRD Kota Palembang melakukan reses. Kali ini reses sendiri diadakan di Dapil II Kota Palembang. Ini merupakan kali pertama dilakukan reses sejak dipilih pada 17 April lalu.
“Kita akan mendengarkan apa saja aspirasi dari masyarakat. Sebab kami merupakan wakil dari rakyat dan nantinya akan kami tindaklanjuti,” jelas ketua rises Dapil II H Muliadi SPd MM saat ditanyai, Jumat (29/11/2019).
Semua masalah atau aduhan masyarakat pada hari ini. Akan dilaporkan pada paripurna nantinya.
Selain itu ia berkata pada untuk mengatasi masalah banjir terutama di sepanjang jalan kol Haji Burlian. Sejauh ini sudah diatasi dua titik banjir seperti di depan Sumeks dan depan DA sudah selesai. Nanti kedepannya akan diselesaikan masalah banjir di depan kantor Damri.
“Kami sudah membahasnya dengan pihak PU, kemungkinan dalam waktu dekat ini akan segera dilaksanakan. Menurut pihak PU nantinya akan dibangun aliran parit. Serta jalan tersebut akan dilebarkan di bagian kanan dan kiri,” jelas dia.
Mengenai harapan daripada masyarakat untuk bisa mendapatkan KTP secara cepat. Secara Nasional memang sudah kekurangan blangko. Tapi untuk bisa KTP langsung bisa dibuat ditingkat Kecamatan dan Kelurahan itu perlu regulasi terlebih dahulu. Karena menyangkut aturan dari pusat. Serta tentu saja membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.
“Kami akan coba masukkan usulan ini di Rapat Paripurna nanti. Saya rasa pihak Kelurahan dan Kecamatan jika memiliki SDM yang baik mampu melakukan ini semua,” kata Muliadi
Salah satu anggota reses dan juga Wakil ketua Komisi I DPRD M Ridwan Saiman SH MH, mengatakan mengenai permasalahan tanah di komplek AURI. Ia berharap pemerintah dan BPN bisa duduk bersama dan mau memiliki kesimpulan yang baik. Kemudian pihak AURI bisa memberikan keputusan yang andil bagi semua pihak.
“Sekarang ada laporan lagi dari masyarakat. Selaku DPRD saya akan langsung menindaklanjuti laporan ini. Serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menyelesaikan masalah yang cukup lama ini,” jelasnya.
Sementara itu Camat Sukarami Hambali Zen mengatakan, melalui reses ini warga masyarakat bisa menyampaikan aspirasinya. Kemudian bisa ditindak lanjuti oleh anggota dewan yang langsung mendengarkan semua masukan dari masyarakat. Ia juga mengatakan sejauh ini yang masih menjadi kendala Kecamatan adalah Sampah dan drainase air.
“Saat ini kami sudah miliki satu buah mobil sampah. Saya berharap tahun depan bisa dianggarkan satu mobil sampah lagi. Sebab mengingat jumlah penduduk dan luas lahan tidak cukup hanya dengan satu armada mobil saja,” kata dia.
Ia melanjutkan, rencananya pada tahun depan akan ada pembangunan aula dan kantor Kecamatan di Sukarami ini.
“Sebetulnya DID untuk pembangunan gedung sudah selesai pada 2015 lalu. Karena beberapa alasan makanya pembangunan gedung dan aula Kecamatan kami molor sampai beberapa tahun,” kata dia.
Ditambahkannya, ia juga berharap agar pembuatan e-KTP bisa dilakukan ditingkat Kecamatan dan Kelurahan. Sebab jika ini terjadi aka mempermudah proses pelayanan kepada masyarakat. Sebab lingkup Capil terlalu luas untuk melayani warga tiap harinya di sana.
“Jika peraturan ini berlaku saya rasa akan mempermuda urusan bagi warga. Sebab paling lama tiga hari masyarakat sudah miliki e-KTP sendiri,” ucap dia.
Editor : Anang














