MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Jumat, 17 Juli 2026. Hari itu Satgas TMMD Reguler Perbatasan Ke-129 Kodim 1206/Putussibau tidak hanya memegang cangkul dan semen. Mereka juga memegang hati rakyat.
Dalam 1 hari, 3 kisah berbeda terjadi di 3 titik. Tapi benang merahnya sama Kemanunggalan TNI dan Rakyat.
Pagi hari di Dusun Belatung, Desa Belatung, Kecamatan Embaloh Hilir. Embun belum kering.
Pj. Danramil 1206-01/Embaloh Hilir Serma Supardianto berdiri paling depan. Di hadapannya barisan personel Satgas TMMD dan warga Desa Belatung.
Diawali pengecekan personel, arahan, pembagian tugas, hingga penekanan faktor keamanan. Semua dilakukan sebelum palu pertama diayunkan.
“Melalui apel kerja ini kita satukan semangat dan tujuan. Laksanakan setiap pekerjaan dengan penuh tanggung jawab, utamakan faktor keamanan, serta jaga kebersamaan dengan masyarakat, “tegas PJ Danramil.
Karena menurut Serma Supardianto, keberhasilan TMMD tidak lepas dari sinergi dan gotong royong antara TNI dan warga
“Apel ini penting. Untuk menyamakan persepsi, membangun disiplin, dan memastikan sasaran fisik maupun nonfisik TMMD berjalan efektif, aman, dan tepat sasaran, “tuturnya.
Suasana penuh semangat dan kekeluargaan. Kehadiran warga membuktikan antusiasme tinggi untuk menyukseskan TMMD di wilayah perbatasan.
Usai “Bubar Jalan”, semua langsung bergerak ke titik sasaran. Karena waktu TMMD hanya 30 hari. Dan setiap detik adalah pengabdian.
Sementara itu, di lokasi lain, tidak ada apel. Yang ada adalah kursi plastik dan kopi hangat.
Di sela kesibukan menyelesaikan sasaran fisik, para prajurit Satgas TMMD ke-129 duduk bersama warga di teras rumah penduduk. Kegiatan Komsos – Komunikasi Sosial.
Tak ada jarak. Tak ada pangkat. Yang ada hanya cerita, tawa, dan keluh kesah.
Kegiatan ini menjadi sarana efektif mewujudkan Kemanunggalan TNI dan Rakyat.
“Melalui dialog santai, personel Satgas tidak hanya memberikan edukasi dan motivasi. Mereka juga mendengarkan. Menyerap informasi tentang situasi keamanan dan kebutuhan masyarakat yang belum terakomodasi, “kata salah satu anggota Satgas.
Kehadiran TNI disambut hangat. Warga senang karena prajurit tidak hanya fokus membangun jalan atau RTLH. Tapi juga ramah, peduli, dan mau membaur dalam kehidupan sehari-hari desa.
“Hubungan emosional yang harmonis ini jadi energi tambahan bagi kami untuk menuntaskan program demi kesejahteraan masyarakat perbatasan,” ujar anggota Satgas.
Sore harinya, giliran Desa Ulak Pauk, Kecamatan Embaloh Hulu yang merasakan sentuhan TNI.
Di tengah kesibukan TMMD, Sertu Yudha Purnomo membuka “bengkel”. Bukan bengkel beneran. Hanya modal kunci dan keahlian.
Ia membantu memperbaiki sepeda motor warga yang sudah 2 minggu mogok. Sulit cari bengkel di wilayah perbatasan.
Dengan sigap ia cek busi, karburator, rantai. Tak lama mesin meraung lagi.
“Kami datang bukan hanya untuk membangun fasilitas fisik, tetapi juga ingin berbagi kemampuan yang kami miliki. Kebetulan saya memahami perbaikan kendaraan, sehingga saya berusaha membantu warga agar motornya bisa kembali dipakai untuk aktivitas sehari-hari,” ucap Sertu Yudha.
Pemilik motor hanya bisa mengucap syukur. Bantuan sekecil ini sangat berarti karena meringankan kesulitan warga.
Sementara itu, dari kota Putussibau Komandan Satgas Komandan Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (Dansatgas TMMD) Letkol Arm Andreas Prabowo Putro mengatakan
program TMMD Ke-129 akan terus berjalan selama 30 hari. Target fisik dikejar. Target non-fisik juga dikejar.
“Tapi yang paling penting, dari apel pagi, obrolan sore, hingga perbaikan motor satu pesan telah tersampaikan dengan jelas. Di perbatasan Kapuas Hulu, ada prajurit yang tidak hanya membangun desa. Tapi juga membangun harapan, “katanya.
Karena hari itu, TMMD 129 Kodim 1206/Putussibau menunjukkan 3 wajahnya “Wajah Disiplin” lewat Apel Kerja yang dipimpin Pj. Danramil di Belatung
“Wajah Humanis” lewat Komsos ngopi bareng warga dan masyarakat dan yang terakhir “Wajah Peduli” lewat aksi Sertu Yudha yang jadi “mekanik” dadakan di Ulak Pauk, “tutup Dansatgas TMMD Letkol Arm Andreas Prabowo Putro. (*)














