Demi Lestarikan Rumah Adat, Perempuan Pugatadi Rela Pikul Kulit Kayu dari Hutan

MATTANEWS.CO, DOGIYAI/PAPUA – Perempuan asal Pugatadi dikenal sebagai perempuan Papua yang tangguh. Mereka berani masuk hutan untuk mencari pohon dan diambil kulitnya. Setelah itu, mereka memikul kulit kayu untuk pembuatan rumah adat (Kadoo Owaa).

Jhon E. Dumupa sebagai warga asli Papua yang cukup mengenal peradaban warga Pugatadi mengatakan, ia sering melihat perempuan-perempuan Pugatadi memikul kulit kayu dari dalam hutan.

Bacaan Lainnya

Diketahui, perempuan-perempuan Pugatadi membuat Rumah Adat Kadoo Owaa dari kayu yang keras dan sebelumnya telah dipersiapkan.

Hal tersebut yang menjadi alasan mereka mengambil dan memikul kulit kayu dari dalam hutan ke daerah pemukiman.

“Seperti Kemoma, Yagaa, Dauti Kadoo, Eduu demi menjadikan sebuah rumah adat permanen,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perempuan Pugatadi mengambil dan memikul kulit kayu tersebut dalam hutan ke daerah pemukiman mereka terbilang sangat jauh.

“Mereka harus memikul kulit kayu melewati bukit, gunung, lembah sampai di Pugatadi,” ucapnya.

Dumupa juga mengatakan, rumah adat Oda Owada dan Kadowa merupakan peninggalan leluhur dan harus dilestarikan.

“Karena ini adalah turun temurun dari kakek nenek moyang kita di Meepago,” tegasnya.

Ia menambahkan, saat ini pelestarian budaya semakin menurun. Manusia tidak peka dan peduli akan budaya daerah di mana mereka hidup.

“Kebanyakan orang yang perkosa budaya. Contohnya, kita manusia Mee di Meepago sering bangun rumah tidak sesuai dengan budaya keaslian Papua milik kita,” tutupnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait