MATTANEWS.CO, ACEH TAMIANG– Desa Matang Ara Jawa yang berada di Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang jadi pelopor Desa tangguh pancasila. Peresmian Desa tangguh pancasila tersebut langsung di pimpin Komandan Kodim 0117/Aceh Tamiang, Kamis (4/8/2022).
Saat peresmian itu, Dandim 0117/Aceh Tamiang, Letkol. czi, Alfian Rahmat Purnamasidi.S.IP. M. Si., mengatakan, pembentukan Kampung (Desa,red) tangguh pancasila adalah ide dan petunjuk dari Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Dudung Abdurrahman untuk setiap Kodim atau setiap kabupaten dan nanti dilanjutkan di kecamatan dan Kampung Tangguh Pancasila lainnya.
“Pencanangan Kampung tangguh pancasila ini merupakan tindak lanjut dari perintah pimpinan TNI AD guna membumikan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sosial masyarakat yang akhir-akhir ini semakin tergerus oleh kemajuan jaman,” ucapnya.
Dibentuknya kampung tangguh pancasila ini, sambung Dandim 0117/Aceh Tamiang, bertujuan untuk mempersatukan seluruh komponen bangsa di wilayah, sehingga akan tercipta kehidupan yang harmonis dilingkungan masyarakat walaupun berbeda suku, ras dan agama.
“Dengan diresmikannya kampung tangguh pancasila ini sebagai usaha pemerintah daerah untuk melestarikan nilai-nilai yang terkandung dalam butir pancasila untuk menciptakan kerukunan antar umat beragama serta mendorong masyarakat agar saling menghormati dan menghargai sesama guna kesejahteraan dan kemakmuran rakyat,”ungkap Letkol. czi, Alfian Rahmat Purnamasidi.S.IP. M. Si.
Masih kata Letkol. czi, Alfian Rahmat Purnamasidi.S.IP. M. Si., dengan adanya kampung tangguh pancasila ini, bersama TNI menjadi contoh untuk desa-desa lain dalam kehidupan sehari-hari, sehingga semangat masyarakat menghayati nilai-nilai luhur bangsa dan negara dalam pengamalan Pancasila, dimana masyarakat saling menghormati dan bergotong royong dalam membangun NKRI.
“Kami ucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya dengan inisiatif pencanangan desa Matang Ara Jawa sebagai kampung tangguh pancasila, semoga semakin maju dan semakin makmur dengan masyarakat yang penuh perbedaan ragam suku tetapi satu sama lainya selalu menjaga kerukunan umat,”pungkas Dandim 0177/Aceh Tamiang.














