Dewan Aceh Tamiang Minta Bupati Copot Kepala BPKD dan Pertanyakan 3 Rekening Kas Daerah Puluhan Miliar

  • Whatsapp

MATTANEWS.CO, ACEH TAMIANG-Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang meminta Bupati (Eksekutif) mencopot Jabatan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), pasalnya Kepala BPKD itu sangat jarang menghadiri undangan dalam rapat-rapat yang dilakukan dewan, Rabu (22/9/2021). Ironisnya lagi, selama menjabat sebagai kepala BPKD, sektor pendapatan daerah tidak pernah meningkat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang Muhammad Nur pada Paripurna Pendapat Panitia Anggaran DPRK Aceh Tamiang terhadap Kebijakan Umum anggaran serta prioritas plafon anggaran sementara perubahan APBK anggaran 2021.

Bacaan Lainnya

Ia menyebutkan, sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang notabenenya digaji oleh rakyat, seharusnya tidak menjaga jarak dengan Wakil Rakyat.

“Kita meminta kepada Bupati (Eksekutif) untuk mencopot kepala BPKD, karena kami menilai tidak ada prestasi yang didapat selama menjadi kepala dinas,”ungkap Muhammad Nur.

Selain itu, Muhammad Nur juga menjelaskan, masih banyak ASN yang lahir dan berdomisili di Aceh Tamiang yang beprestasi tidak mesti yang menjabat di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) orang dari luar daerah.

“Untuk apa orang dari luar daerah, jika tidak mampu meningkatkan PAD dan bisa berkoordinasi dengan lembaga ini, untuk itu pimpinan sidang harus merekomendasikan keputusan sidang ini untuk meminta Bupati mencopot kepala BPKD,”terang anggota Dewan dari Partai Demokrat itu.

Pertanyakan 3 Rekening Kas Derah Puluhan Miliar

Anggota DPRK Aceh Tamiang, Sugiono Sukandar SH, dalam rapat parpipurna tersebut juga mempertanyakan 3 rekening eksekutif (Pemerintah Daerah) yang mencakup besaran Rp. 20 miliyar.

“Rekening tersebut mencakup, rekening rapat-rapat yang mencapai 9 Miliyar lebih untuk seluruh OPD, rekening makan minum di Dinas kesehatan Rp. 832 Juta ditermain pertama realisasi Rp233 juta dan rekening makan minum aktifitas lapangan dengan anggaran 10 Miliyar lebih,”bebernya.

Masih kata Sugiono SH, Ketiga rekening tersebut merupakan rekening daerah, dan kita telah pertanyakan terkait 3 rekening itu dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUAPPAS) Perubahan anggaran 2021 antara Legislatif dan Eksekutif atau Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten (TAPK).

“Anehnya, dalam rekening makan minum aktifitas lapangan dengan anggaran 10 Miliyar lebih disebutkan secara telah realisasi 9 miliyar tanpa dokumen rincian dan berdasarkan dokumen yang ada baru direalisasi semester pertama 1,6Miliyar,”kata Anggota Dewan Fraksi Gerindra itu.

Saat prihal itu, ditanyakan kepada 3 Orang ASN yang menduduki jabatan Kepala Bappaeda, Kabid Program dan Sekretaris BPKD Aceh Tamiang.

“Ternyata, mereka memberikan jawaban yang berbeda-beda terkait realisasi semester pertama rekening makan minum aktifitas lapangan sebesar 9 Miliyar dari anggaran 10 Miliyar lebih itu,”pungkasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait