[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]
MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Seorang mahasiswi di Kota Palembang Sumatera Selatan (Sumsel), ditemukan tidak bernyawa di kosannya, di Lorong Mawar, Jalan Kemang Manis, Ilir Barat (IB) 2 Palembang Sumsel, pada hari Kamis (21/2/2021).
Menurut Kepala Kepolisisan Sektor (Kapolsek) IB 2 Palembang, Kompol Muhammad Ihsan Heri, di tempat kejadian perkara (TKP), korban yang bernama Andi Putri Berliana.
Korban tercatat sebagai mahasiswi semester 1 Politeknik Sriwijaya (Polsri) Palembang, yang ditemukan tewas dalam keadaan terlentang di tempat tidurnya.
“Keterangan dari masyarakat, bahwa sejak Rabu (10/2/2021) kemarin sore, korban tidak keluar dari kamar kosnya,” ujarnya.
Akhirnya mereka curiga dan meminta bantuan pemilik kos Erik, untuk membuka pintu kos. Korban ditemukan sudah tidak bernyawa.
Ihsan menyebutkan, tidak ditemukan tanda kekerasan. Seperti congkelan di pintu kos, tanda lebam di tubuh korban atau pun lainnya.
“Dugaan sementara, korban ini masuk angin, istilahnya angin duduk,” ungkapnya.
Namun pihaknya akan tetap melakukan penyelidikan, serta meminta persetujuan orangtuanya untuk autopsi.
“Apabila ditemukan bukti yang mencurigakan, serta hasil autopsi ditemukan tanda kekerasan, maka akan kita tindaklanjutin,” katanya.
Kerabat korban, Wahyu menjelaskan, bahwa dirinya terakhir mengantar korban pulang ke kosannya sekitar pukul 17.00 WIB, pada hari Rabu (10/2/2021) kemarin.

“Kemarin kita habis ujian daring bareng, kemudian makan bakso di Jalan Demang Lebar Daun Palembang. Setelah itu, saya antar dia pulang ke sini,” tutur Wahyu.
Wahyu menceritakan bahwa korban sebelumnya baik-baik saja. Bahkan ketika kumpul bersama, korban ceria sekali.
“Jika dia sakit, biasanya langsung ngomong sama kami, bahkan pusing sedikit saja dia pasti memberitahu kami,” ujar Wahyu.
Hal yang sama juga dikatakan oleh Susi, sahabat dekatnya korban. Dia mulai curiga, ketika pagi tadi korban tidak membalas pesan WhatsApp-nya.
Awalnya Susi mengirim pesan ke korban pada Kamis pagi , namun tidak ada jawaban. Di Kamis sore, Susi menelepon korban, tapi tidak ada jawaban. Akhirnya ia bersama temannya mendatangi kos korban dan menggedor pintu kamar korban, namun tidak ada respon.
“Ketika digedor, tidak ada sahutan. Akhirnya saya telepon, namun hanya terdengar dering ponselnya, tapi tidak diangkat. Akhirnya saya menemui bapak pemilik kos-kosan, untuk membuka pintu,” ucapnya.
Setelah jendela kamar korban dibuka, pemilik kos dan warga sekitar masuk ke dalam kamar korban, untuk memastikan keadaan korban. Kemudian Susi mendengar dari pemilik kos dan warga, bahwa korban sudah tidak bernyawa lagi.
“Saya kaget dan juga tidak menyangka, kalau korban sudah meninggal dunia. Padahal sebelumnya, Berli baik-baik saja,” katanya di Palembang.














