BERITA TERKINI

Dilema, Curhatan Ketua Gapoktan Manunggal Soal Pinjaman Anggota Macet

×

Dilema, Curhatan Ketua Gapoktan Manunggal Soal Pinjaman Anggota Macet

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Ketua Gabungan kelompok tani (Gapoktan) Manunggal Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur, Didik Suwondo menyebut anggota tidak membayar bahkan ternak sudah habis.

Meskipun demikian, kata Didik, pihaknya melakukan terobosan supaya bisa meringankan petani, sehingga Gapoktan Manunggal ini nanti tetap bisa berkembang dan hidup lagi.

Pernyataan itu dikatakannya saat sesi wawancara bersama media online nasional mattanews.co di Balai Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, Senin (9/10/2023).

“Iya benar, pinjaman macet ke anggota, seperti di kelompok ternak itu ada 20 anggota pinjaman 1 jutaan sampai saat ini nihil tidak membayar dan ternak sudah habis,” imbuhnya.

Pria juga Kepala Dusun Srigading Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman menambahkan Gapoktan Manunggal merupakan kelembagaan pertanian yang dibuat dengan tujuan untuk memfasilitasi kegiatan-kegiatan pertanian dari sektor permodalan hingga pengolahan hasil pertanian.

Gapoktan Manunggal, sambung dia, awalnya itu menerima kucuran dana hibah dari pemerintah pada tahun 2010 senilai 100 juta.

“Sudah kami musyawarahkan di masing-masing kelompok, dan itu terbagi menjadi 3 komponen satu dana itu secara makro dikucurkan kepada petani yang kedua secara mikro ada 2 dikucurkan kepada peternak kambing dan pedagang asongan,” tambahnya.

“Alhamdulillah berkembang sedikit-sedikit tapi lama kelamaan banyaknya hambatan untuk kalangan petani yang kami kucurkan ke petani dengan sistem yarnen (bayar panen.red),” sambungnya.

“Namun demikian, karena petani ada hambatan saat gagal panen dan musim kemarau sangat panjang sehingga dua kali tanam tidak bisa, kejadian itu berapa tahun lalu sehingga untuk sampai saat ini petani juga macet, tapi yang bersangkutan siap mengembalikan apabila sudah berhasil dalam pertaniannya,” katanya menambahkan.

Lebih lanjut dia menjelaskan Gapoktan Manunggal Desa Bolorejo ini memiliki keanggotaan ada 100 petani lebih yang masuk dalam 4 kelompok tani dan 1 kelompok peternak.

“Kami dalam mengucurkan pinjaman kepada anggota memang bervariasi sekali, bahkan ada 1 kelompok peternak anggota 20 orang sudah kami berikan pinjaman 1 jutaan sampai saat ini nihil tidak membayar dan ternaknya pun sudah habis,” terangnya.

Menurut Didik, melihat kondisi seperti itu (pinjaman macet) ia sebagai Ketua Gapoktan Manunggal melakukan upaya dengan membuatkan surat pernyataan kepada yang bersangkutan dan sudah ditandatangani.

“Sepertinya belum ada hasil yang memuaskan, akhirnya saya akan timbulkan lagi surat pernyataan lagi agar orang yang bersangkutan merasakan masih merasa ada pinjaman, jangan sampai pinjaman itu tidak diakui agar Gapoktan tidak dirugikan sebab kami sudah mengusahakan dapatnya dana hibah tersebut,” ujarnya.

“Saya akui memang Gapoktan Manunggal saat ini tidak sehat, karena terjadinya pinjaman macet, dan kami pun terakhir melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun 2018,” imbuhnya.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan dinas terkait, lalu dijawab berapa pun uang yang ada silakan dilaporkan, namun begitu saya merasa tidak enak karena tidak sesuai, sebab kalau membuat laporan abal-abal maka saya yang kena nanti,” pungkasnya.