MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur menyebut jumlah kasus demam berdarah (DBD) dan Dengue Shock Syndrome (DSS) sepanjang tahun 2024 mencapai 1.440 dengan angka kematian 15 orang.
Pernyataan itu dikatakan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kabupaten Tulungagung Anna Sapti Saripah melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, Desi
Lusiana Wardani dalam keterangan rilisnya, Rabu (8/1/2025).
“Total kasus Tahun 2024 untuk DBD/DSS ada 1.440 dan jumlah yang meninggal itu 15 orang,” ucap Desi kepada media online nasional mattanews.co.
Desi menambahkan ia mengakui kasus DBD dan DSS sepanjang tahun 2024 ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2023. “Data Kasus DBD
tahun 2023 ada 206 yang meninggal 3 orang. Sedangkan tahun 2024 ada 1.440 yang meninggal 15 orang,” tambahnya.
Menurut Desi, memasuki tahun 2025 ini kasus infeksi virus Dengue (DD, DBD, DSS) jumlah ada 41 kasus. “Ada 19 orang terjangkit DBD dan DSS,” ujarnya.
Lebih lanjut Desi menjelaskan sebagai upaya meminimalisir wabah DBD tersebut, pihak Dinkes Tulungagung telah mengambil langkah-langkah konkret diantaranya melakukan penguatan kolaborasi lintas sektor dalam upaya agar tetap menjaga terlaksananya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Plus dengan baik.
“Kedua, Promotof Preventif pencegahan melalui edukasi langsung dan media sosial berikutnya dengan melakukan gerakan masif PSN Plus. Dan, terakhir Penananganan penderita melalui FKTP dan Rujukan Rumah Sakit,” pungkasnya.














