* Sebagai Alternatif Ketergantungan Terhadap Beras
MATTANEWS.CO, MALANG – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Ketahan Pangan (Dispangtan) Kota Malang menggelar pelatihan pangan berbasis pangan lokal, hal itu sesuai dengan program prioritas Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat dengan Dasa Bakti Unggulan ‘Ngalam Ngopeni dan Ngalam Pintar’, yang berlangsung di Atria Hotel, Jalan Letjen S. Parman, Blimbing Kota Malang, Jum’at (29/8/2025).
Kepala Dinas Ketahan Pangan Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan pelatihan pangan olahan 2025 bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kelompok masyarakat dalam pengolahan makanan lokal menjadi inovatif dan variatif sehingga diharapkan menjadi alternatif konsumsi.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan kelompok masyarakat dalam pengolahan makanan lokal menjadi inovatif dan variatif sehingga menjadi alternatif konsumsi dan sebagai upaya disversifikasi konsumsi berbasis pemberdayaan lokal,” jelas Kadispangtan.
Sebanyak 96 peserta pada hari ini mengikuti kegiatan yang terdiri dari usulan Musrenbang dan pokok-pokok pikiran anggota dewan yang berlangsung sejak 27 – 29 Agustus 2025 dan juga tim penggerak PKK Kota Malang.
Bahan olahan makanan lokal tersebut meliputi jagung, ubi jalar, singkong, kentang, tales, sagu dan lainnya, dengan narasumber Prof. Dr. Ir. Moh Su’i, MP dari Universitas Widyagama Malang, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Malang, Dra. Hj. Hanik Andriani Wahyu Hidayat dan Kepala Bidang Bidang Pengan, Elfiatur Roikhah serta dari PT Camggi Fully Group.
Menurut Kadispangtan bahwa materi yang disampaikan kepada peserta pelatihan yaitu pemanfaatan pangan berbasis sumber daya alam, dan pengelolaan pangan lokal sebagai alternatif pengganti beras.
“Jadi dalam rangka disversifikasi bahan pangan selain beras, terigu hari ini kita melakukan pelatihan pangan berbahan baku ubi jalar yang kuning, ungu dan talas. Harapannya bahan-bahan lokal yang ada di Kota Malang ini dapat termanfaatkan, sehingga terolah dari bahan lokal ini meningkat,” terang Slamet.
Selain itu, agar dapat meningkatkan selera makanan olahan lokal tersebut, pihaknya juga akan meningkatkan kualitasnya dan bentuk dari makanan serta meningkatkan nilai variasi yang berbeda.
“Yang membuat berada untuk meningkatkan sekarang yang mengkonsumsi makanan yaitu dari kualitasnya, dari bentuk, dari tampilan itu semakin enak dilihat dan enak dikonsumsi, hal tersebut sebagai langkah mengurangi konsumsi beras atau nasi yang kita konsumsi,” ujarnya.
Masih kata Slamet, faktor atau tren harga beras setiap tahun mengalami kenaikan, oleh sebab itu, pihaknya mendorong alternatif bahan olahan makanan lokal yang mengandung karbohidrat ini bisa disosialisasikan kepada masyarakat Kota Malang.
“Karena tren harga beras setiap tahunnya mengalami kenaikan, kita dorong agar warga Kota Malang terbiasa nantinya mengkonsumsi selain nasi yang berbahan baku beras. Jadi sumber karbohidrat tidak hanya dari beras atau nasi bisa bahan lokal lainnya seperti umbi -umbian, ubi jalar, singkong kemudian sukun, waluh dan lainnya,” tuturnya.
Diharapkan pembekalan wawasan peserta tersebut dapat bermanfaat sebaik baiknya, sehingga ilmu yang didapatkan berguna bagi diri sendiri maupun untuk usaha dibidang kuliner maupun makanan.
“Dengan pelatihan maupun edukasi ini salah satunya bahan baku lokal ini juga bermanfaat untuk UMKM yang dapat berilai lebih untuk dimanfaatkan menambah penghasilan dari makanan olahan lokal,” tukasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Malang, Hj. Hanik Andriani Wahyu Hidayat yang memberikan arahan kepada peserta pelatihan mengungkapkan bahwa pengolahan makanan lokal sebagai pengganti beras tersebut menjadi alternatif konsumsi yang sangat bermanfaat.
“Jadi kita tidak lagi kesulitan mencari pengganti beras atau nasi, karena makanan lokal dari umbi-umbian ini juga menyehatkan,” tuturnya.
Hj. Hanik juga menyebutkan bahwa potensi makanan lokal setiap daerah tidak sama, oleh sebab itu, dirinya mendorong Dispangtan Kota Malang terkait kegiatan tersebut dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan peserta.
“Harapannya kelompok peserta ini dapat mempersembahkan ketrampilannya yang inovatif, variatif dan juga peningkatan kapasitas disversifikasi konsumsi berbasis sumber daya lokal, jadi intinya kegiatan disini ini mengajak sosialisasi kepada masyarakat nantinya,” pungkasnya.
Reporter Muhamad Solikin












