BERITA TERKINIHEADLINESeni dan Budaya

Disparpora Terus Kembangkan Objek Wisata Sejarah

×

Disparpora Terus Kembangkan Objek Wisata Sejarah

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, ACEH TAMIANG – Bukan hanya wisata pesona alam yang ada begitu mengagumkan di kabupaten Aceh Tamiang yang terletak di Provinsi Aceh, tapi juga menyimpan cerita peninggalan manusia pra sejarah, yaitu bukit kerang.

Nama Bukit kerang disebut-sebut berasal dari banyaknya tumpukan kulit kerang yang meninggi, bak seperti gunung. Bukit kerang sendiri terletak di lorong pintu mesjid Desa Sungai Iyu Kecamatan Bandahara Kabupaten setempat.

Tak khayal, dengan adanya situs sejarah bukit kerang tersebut, menjadi salah satu destinasi tempat wisata bersejarah, bahkan bukan hanya tempat berkunjung warga sekitar, wisata di luar kabupatenpun tak luput datang untuk melihat peninggalan masa prasejarah itu.

Menurut Kadisparpora Aceh Tamiang, Muhammad Farij, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Boedhisampurno (1985: 975) atas fosil yang dikirim McKinnon dari situs Bukit Kerang Sukajadi, Langkat, diketahui bahwa jumlah individunya 12 orang. Mereka sudah dewasa dengan umur rata-rata antara 20-40 tahun.

“Kenapa kita mengacu kepada bukit kerang yang berada disuka jadi Langkat, karena bukit kerangnya sama seperti yang ada di kabupaten ini,” ucapnya.

Selain itu kata Kadisparpora Aceh Tamiang, bukit Kerang adalah situs purbakala zaman Mesolitikum. Situs ini membentang sekitar 120 kilometer ke Tembung, bagian dari Medan di Sumatera Utara, di bagian selatan Kabupaten Aceh Tamiang.

“Untuk mencapai lokasi ini tidaklah memakan waktu yang lama, kalau berangkat dari pusat dari Kota Kualasimpang hanya memakan waktu 1 hingga 2 jam perjalanan memakai kendaraan, lebih kurang 30 kilometer,” kata Farij, Senin (29/4/2024)

Banyak juga wisatawan luar daerah yang datang untuk melihat bukit kerang, sambung Farij, ada wisata yang datang hanya untuk melihat bentuk bukit kerang, untuk foto-foto, bahkan ada juga yang melakukan penelitian situs sejarah itu.

“Pemerintah daerah, melalui Disparpora akan terus berupaya menjaga dan melestarikan peninggalan sejarah sebagai bentuk edukasi bagi generasi muda,” pungkas Kadis Parpora itu.