MATTANEWS.CO, OGAN ILIR – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Ogan Ilir, Prov. Sumsel melalui Dinas Perkimtan Ogan Ilir melakukan peninjauan sumur minyak tua di Wilayah Desa Tembedak 1, Kecamatan Payaraman. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perkimtan Kab. Ogan Ilir dan didampingi sejumlah Kepala Desa di Kecamatan Payaraman, Senin (14/07/2025).
Kepala Dinas Perkimtan Kab. Ogan Ilir, Dr. Sunarto mengatakan, sesuai arahan Bupati, pihaknya bersama Kades setempat diperintahkan untuk meninjau kondisi sumur minyak di Wilayah Desa Tembedak 1 tersebut.
“Di Desa Tembedak ini ada 6 titik sumur tua yang ditinggalkan oleh Zaman Belanda,” ujarnya.
Lanjut Sunarto mengatakan, sesuai regulasi yang ada, jika sumur minyak ini dikelolah oleh daerah, ini akan menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor migas.
“Nanti, kita juga akan siapkan tim untuk mengkaji dan melihat seberapa besar potensi sumur-sumur tua ini. Apakah bisa di eksplorasi sumur minyak tua ini atau memang kondisinya sudah tidak layak atau tidak bisa dimanfaatkan lagi,” imbuhnya.
Lebih lanjut Sunarto mengatakan, bahkan kedepan, pihaknya juga akan melakukan peninjauan sumur-sumur lain di Ogan Ilir seperti di Wilayah Muara Kuang dan Kec. Rambang Kuang.
“Karena memang daerah ini, potensi migasnya sangat besar. Apalagi mengingat tiga Kecamatan ini dekat Kota Prabumulih yang notabene memiliki sumber Migas yang luar biasa. Kita akan melihat apakah bisa di eksplorasi sumur minyak tua ini atau memang kondisinya sudah tidak layak dan tidak bisa dimanfaatkan lagi,” ujarnya.
Lanjutnya, jika memang betul regulasi yang baru pemerintah daerah dimungkinkan mengelola sumur-sumur minyak tua ini, ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan PAD Ogan Ilir.
“Apalagi sumur minyak tua ini belum dikelolah dan dimanfaatkan pihak Pertamina, maka Pemkab Ogan Ilir akan memanfaatkan kesempatan itu untuk PAD,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tebedak 1 Kecamatan Payaraman Kab. Ogan Ilir, Zulyadi mengungkapkan, bahwa di wilayahnya terdapat enam sumur minyak tua yang sudah ada sejak zaman Belanda.
“Semua sumur minyak ini berada di kebun-kebun milik warga kami,” tukasnya.














