Reporter : Agustoni
LAHAT Mattanews.co – Malang benar apa yang dialami oleh Rio (14), bocah yang sehari-hari bekerja mencari rezeki dengan cara memulung sampah harus mengalami peristiwa menyakitkan.
Bagaimana tidak saat dirinya hendak pulang usai bermain game online pada hari Sabtu malam, (28/11) dirinya di pukul oleh oknum Pegawai Kejaksaan Lahat berinisial C atas tuduhan pencurian.
Guna mencari kebenaran atas peristiwa tersebut awak media langsung menemui Rio di kediamannya di Jalan Kamboja Melati 5 No.119 RT/RW 13/04 Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat.
Pada beberapa awak media, Rio menjelaskan dengan gamblang peristiwa yang dia alami, saat itu dirinya mau berjalan pulang usai bermain game online.
Karena sudah kemalaman dan tidak ada lagi ojek lagi maka dirinya bersama rekannya memutuskan pulang jalan kaki, namun saat dirinya lewat di depan pagar rumah Pelaku tersebut Rio dan rekannya melihat tumpukan kardus diluar pagar rumah milik Oknum Pegawai Kejaksaan, dan langsung mengambil kardus tersebut.
“Karena melihat ada Kardus Bekas diluar pagar maka langsung saya ambil,Namun Saat Hendak berjalan pulang Saya dan Teman saya di kejar oleh Pelaku bersama temannya dengan sepeda motor dan langsung saja memukul dan menganiaya saya,dan menuduh saya maling,sementara rekan Pelaku hanya melihat saja,” terang Rio pada awak media.
“Saat ini kepala saya masih terasa sakit dan membekas luka memar. Atas peristiwa yang terjadi diharapkan ada keadilan karena jujur demi Allah saya tidak melakukan pencurian,” jelasnya.
Kemudian, saat orang tua korban Rio, Helmi, bersama beberapa tokoh masyarakat mendatangi oknum jaksa tersebut bersama RW dan RT juga mendapat perlakuan yang tidak mengenakan.
“Kami ini manusia bukan binatang, anak kami sudah mengaku tidak melakukan pencurian namun tetap saja dipukuli. Boro-boro ada niat mau meminta maaf malahan kami yang beritikad baik untuk menyelesaikan secara kekeluargaan malah diperlakukan sangat tidak baik oleh oknum tersebut,” ujar Dedi, paman korban.
Sementara itu terpisah, Kejari Lahat Fithrah SH pada awak menuturkan, hingga hari ini dirinya belum menerima laporan adanya dugaan oknum Jaksa yang melakukan penganiayaan terhadap anak dibawah umur.
“Jujur saya sendiri tidak tahu kejadian ini, justru saya baru tahu dari teman-teman semua. Jika memang ada maka kami akan selektif dan menyelesaikan permasalahan yang ada sesuai dengan prosedur,” pungkasnya, Kamis (3/12).
Editor : Chitet














