Djakfar Shodiq Hengkang, Partai Demokrat OKI Meradang

  • Whatsapp

MATTANEWS.CO, OGAN KOMERING ILIR – Kendati Djakfar Shodiq telah mengajukan pengunduran dirinya sebagai anggota Partai Demokrat sejak 22 Februari lalu, namun permintaan hengkang dari partai berlogo mercy ini tak kunjung direstui DPC Demokrat Kabupaten OKI.

Selain dinilai tidak berkomitmen. Sebagian kalangan mengungkapkan pengunduran diri Shodiq, yang kini menjabat Wakil Bupati ini sendiri dituding sebagai ‘kutu loncat’.

Bacaan Lainnya

Yang diduga kerap dipakai politisi opportunis, dalam bermanuver demi melanggengkan kekuasaan.

Atas pengunduran diri tersebut, hampir seluruh pengurus Partai Demokrat mempertanyakan komitmen Djakfar Shodiq.

Pasalnya, pada Pilkada OKI 2018 tahun lalu, Partai Demokrat digunakan sebagai kendaraan politiknya.

Sehingga berhasil menduduki jabatan sebagai Wabup OKI berpasangan dengan Iskandar.

“Pastinya kami sangat menyayangkan atas pengunduran diri tersebut. Masa iya, di pertengahan jalan, bersangkutan mengundurkan diri sebelum masa jabatan berakhir. Mana komitmennya saat diusung partai,” ungkap Ketua DPC Demokrat OKI, Agus Salim, di Kayuagung Senin (21/6/2021).

Politisi ini juga mengaku, akan membawa permasalahan ini hingga ke Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), untuk berkonsultasi terkait mundurnya kader yang telah diusung partai.

Selain itu, dalam rapat internal DPC Partai Demokrat OKI juga, akan melaporkan perihal pengunduran diri kader tersebut.

“Termasuk dalam waktu dekat berupaya konsultasi ke kemendagri,” ujarnya.

Sekretaris Partai Demokrat OKI Fisli Hartono juga mempertanyakan komitmen Wabup OKI, atas pengunduran diri bersangkutan.

Disinggung apakah pengunduran diri wabup terkait dalam kontestasi Pilkada OKI 2024, pihaknya menilai jika hal itu masih terlalu dini.

Meskipun dalam politik, kemungkinan-kemungkinan terkait pengunduran diri bisa saja terjadi.

“Jika alasan bersangkutan mundur karena tidak dapat bekerja penuh waktu karena fokus berbuat untuk rakyat, kami anggap biasa saja,” katanya.

“Tapi, jika pengunduran diri dari Partai Demokrat, lalu berlabuh ke partai lain, kami pertanyakan moralitas dan komitmen Wabup OKI saat diusung pilkada 2018 lalu,” tegas Fisli.

Sementara itu, Ketua BPOKK DPC Partai Demokrat OKI Syarifuddin Goeshar juga mempertanyakan, karakteristik pemimpin yang mundur sebelum masa jabatan berakhir.

Dia menilai, seharusnya kekaderan itu mesti dijaga dengan baik.

“Kami sangat menyayangkan atas keputusan yang diambil Wabup Shodiq. Kami belum bisa memproses pengunduran diri bersangkutan sembari menunggu petunjuk dan instruksi Ketua DPD Partai Demokrat Ishak Mekki,” ucapnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait