BERITA TERKINIHEADLINEHUKUM & KRIMINAL

Pulang Kerja Karyawati Sate Taican di Palembang Jadi Korban Begal, Pelaku Todongkan Senjata Api

×

Pulang Kerja Karyawati Sate Taican di Palembang Jadi Korban Begal, Pelaku Todongkan Senjata Api

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Aksi kriminal jalanan kembali meresahkan warga Kota Palembang. Seorang karyawati rumah makan sate taican menjadi korban dugaan pembegalan bersenjata saat perjalanan pulang usai bekerja. Atas kejadian ini Yuniarti Ardilla (23) melaporkan ke pihak kepolisian Polsek Kemuning Palembang, Sabtu (13/6/2026).

Korban diketahui warga Jalan Lebak Rejo Lorong Bahagia, Kelurahan Sekip Jaya, Kecamatan Kemuning. Peristiwa itu terjadi di kawasan Jalan Basuki Rahmat, Kecamatan Kemuning, yang lokasinya tidak jauh dari Mapolda Sumsel pada Kamis (11/6/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.

Dalam kejadian tersebut, Yuniarti kehilangan satu unit sepeda motor Honda Scoopy berwarna cokelat dengan nomor polisi BG 2803 ADX. Selain kendaraan, uang tunai sekitar Rp500 ribu yang tersimpan di dalam jok motor juga ikut raib dibawa pelaku.

Saat ditemui pada Sabtu (13/6/2026), Yuniarti mengaku masih teringat jelas detik-detik ketika dua orang pelaku menghentikan perjalanannya. Saat itu ia baru selesai bekerja dan sedang menuju rumah seorang diri.

Menurut korban, kedua pelaku tiba-tiba mendekat dan memepet sepeda motor yang dikendarainya. Situasi semakin menegangkan ketika salah satu pelaku mengeluarkan benda yang diduga senjata api dan mengancam akan menembaknya.

“Pelaku bilang, ‘Matikan motor kau, kalau tidak kutembak’. Karena dia sudah mengancam pakai pistol, saya langsung turun dari motor dan takut kalau melawan,” ujar Yuniarti.

Merasa keselamatannya terancam, korban memilih menuruti permintaan pelaku. Setelah berhasil menguasai kendaraan korban, salah seorang pelaku langsung membawa kabur motor tersebut, sementara pelaku lainnya berjaga dan memperhatikan situasi di sekitar lokasi.

Yuniarti sempat berupaya meminta bantuan dengan berteriak kepada pengguna jalan yang melintas. Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil karena tidak ada warga yang berani mendekat.

“Saya sudah teriak minta tolong, ada kendaraan yang lewat juga, tapi mungkin takut karena pelaku bawa pistol. Akhirnya saya jalan kaki pulang ke rumah, dalam motor itu ada dompet berisi uang Rp 500 ribu, kartu identitas penting, surat STNK motor yang mereka ambil itu,” ungkapnya.

Setibanya di rumah, korban segera melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek Kemuning Palembang. Ia berharap aparat kepolisian dapat segera mengidentifikasi dan menangkap para pelaku.

Menurutnya, keberanian pelaku menggunakan senjata untuk mengancam korban menunjukkan bahwa aksi tersebut sangat berbahaya dan berpotensi kembali terjadi jika tidak segera diungkap.

“Saya berharap pelakunya cepat ditangkap supaya tidak ada korban lagi. Karena mereka berani membawa senjata dan mengancam orang di jalan, tolong tangkap semua pelaku begal dan curanmor ini agar kota Palembang ini kembali aman,” tandasnya.