BERITA TERKINIHEADLINENUSANTARAPEMERINTAHAN

DLH Kabupaten Malang Perkuat Tata Kelola Lingkungan Berkelanjutan, PSEL Masih Dalam Kajian

×

DLH Kabupaten Malang Perkuat Tata Kelola Lingkungan Berkelanjutan, PSEL Masih Dalam Kajian

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, MALANG — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang memperkuat komitmen terhadap tata kelola lingkungan hidup yang berkelanjutan, mulai dari pembenahan budaya kerja di internal instansi hingga penyiapan sistem pengelolaan sampah berskala regional.

Kepala DLH Kabupaten Malang, Ahmad Dzulfikar Nurrahman, mengatakan penguatan budaya ekologis diawali melalui penerapan konsep Eco Office di lingkungan kerja.

Menurutnya, program tersebut tidak sekadar berorientasi pada tampilan fisik kantor, tetapi diarahkan untuk membangun pola kerja aparatur sipil negara (ASN) yang lebih peduli terhadap lingkungan.

“Penerapan Eco Office ini difokuskan pada pengurangan emisi karbon dan efisiensi pengelolaan sampah. Upaya tersebut antara lain mendorong penggunaan transportasi yang lebih ramah lingkungan melalui berbagi kendaraan, bersepeda maupun berjalan kaki,” ujar Zulfikar, Senin (31/8/2026).

Di sisi pengelolaan sampah, DLH mendorong pemilahan berdasarkan jenis, pengurangan penggunaan kertas melalui sistem paperless, serta penggunaan tumbler untuk menekan timbulan sampah plastik sekali pakai.

“Eco-office ini diharapkan tidak berhenti di DLH, tetapi dapat menjadi contoh bagi perangkat daerah lainnya,” ujar Dzulfikar.

Selain pembenahan internal, DLH Kabupaten Malang juga tengah menyiapkan pengelolaan sampah dalam skala regional.

Pada tahun mendatang, hibah dari donatur senilai 18,5 juta dolar AS direncanakan untuk mendukung optimalisasi fasilitas di dua Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), yakni TPA Paras dan TPA Mulyoagung. Saat ini, prosesnya berada dalam tahap tender di Kementerian PUPR.

Sementara itu, rencana pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) masih dalam kajian.

Penentuan lokasi dinilai membutuhkan pertimbangan teknis, sosial dan ekologis yang matang.

Dari sisi teknis, fasilitas PSEL membutuhkan pasokan air dalam jumlah besar untuk sistem pendinginan serta akses jalan yang memadai.

Dengan estimasi pengolahan sampah mencapai 1.000 ton per hari, kebutuhan angkutan diperkirakan dapat mencapai sekitar 400 ritasi per hari.

Karena dirancang untuk melayani kawasan Malang Raya, penentuan lokasi juga harus mempertimbangkan kesepakatan bersama antara Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu.

Langkah tersebut penting agar sistem pengangkutan efisien serta tidak menimbulkan beban yang tidak proporsional bagi salah satu daerah.

“Aspek sosial dan keamanan turut menjadi perhatian, khususnya terkait jarak fasilitas dari permukiman warga guna meminimalkan potensi dampak lingkungan maupun persoalan sosial,” tandasnya.

DLH Kabupaten Malang menegaskan, lokasi ideal PSEL di kawasan lingkar Kota Malang masih terus dikaji bersama pemerintah pusat.

Kajian menyeluruh tersebut diharapkan mampu memastikan proyek berjalan secara berkelanjutan sekaligus mengantisipasi berbagai kendala teknis, sosial dan lingkungan di masa mendatang.

“Dikawatirkan kalau dipaksakan, permasalahan akan muncul di kemudian hari. Lebih baik kita lebih tajam mencari titik lokasi sekarang daripada bermasalah setelah dibangun. Dari gambaran kami, lokasi paling strategis berada di lingkar Kota Malang agar tetap bisa mengakomodasi kebutuhan kota,” pungkas Dzulfikar.

Penulis: M Solikin
Editor: Selfy