BERITA TERKINI

Doa Bersama Penutup Bulan Suro, Bupati Tulungagung Apresiasi Penghayat Kepercayaan sebagai Penjaga Warisan Budaya

×

Doa Bersama Penutup Bulan Suro, Bupati Tulungagung Apresiasi Penghayat Kepercayaan sebagai Penjaga Warisan Budaya

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG- Dalam suasana khidmat dan penuh makna spiritual, Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., bersama perwakilan jajaran Forkopimda dan sekitar 600 penghayat kepercayaan dari berbagai penjuru Tulungagung menghadiri acara doa bersama dalam rangka penutupan Bulan Suci Suro di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kamis malam (25/7/2025).

Acara yang bertajuk “Pahargyan Bulan Suci Suro 1959 Saka Jawa” ini diprakarsai oleh Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI) Kabupaten Tulungagung. Hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya jajaran pengurus MLKI, para pinisepuh, serta pemuda dan perempuan penghayat kepercayaan.

Dalam sambutannya, Bupati Gatut Sunu kerap disapa mengajak seluruh hadirin untuk sejenak hening dan mawas diri, sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai luhur yang diyakini oleh para penghayat kepercayaan.

Ia menyampaikan bahwa keberadaan penghayat kepercayaan merupakan bagian penting dari kekayaan spiritual dan budaya Indonesia.

“Penghayat kepercayaan merupakan kelompok masyarakat yang memiliki sistem keyakinan dan praktik spiritual yang berbeda dari agama-agama mayoritas di Indonesia. Meski kerap dianggap minoritas, peran mereka sangat signifikan dalam menjaga keberagaman budaya dan spiritual di tanah air,” ujar Pemilik Romo Wijoyo Group.

Orang nomor satu Pemkab Tulungagung menambahkan ia juga menekankan pentingnya perhatian dan pengelolaan yang lebih terstruktur terhadap komunitas penghayat, karena nilai-nilai yang mereka pelihara memiliki makna mendalam dan diwariskan secara turun-temurun.

Momentum Bulan Suro, sambung Gatut Sunu, menjadi waktu yang tepat untuk melakukan refleksi spiritual, penguatan nilai-nilai ketuhanan dalam diri, serta menggali potensi untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi wadah penguat sinergi antar anggota penghayat dari berbagai latar belakang untuk terus mempererat persaudaraan dan kebersamaan,” tambahnya.

“Semoga kegiatan ini bisa membuat seluruh anggota paguyuban Penghayat di Kabupaten Tulungagung saling mengenal, menghargai, dan bersinergi sebagai satu keluarga besar Penghayat Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” imbuhnya.

“Dengan mengucap “Bismillahirrahmanirrahim”, secara resmi saya buka rangkaian kegiatan doa bersama yang ditutup dengan semangat kebersamaan dan penghormatan terhadap keberagaman spiritual yang menjadi bagian dari identitas budaya bangsa,” pungkasnya.