MATTANEWS.CO,FAKFAK – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupten Fakfak atasi penangan Sampah di Kabupaten Fakfak, Senin (20/4/2026).
Kolaborasi ini dihadiri oleh kepala Distrik Fakfak, kepala kelurahan, Kepala Kampung dan Ketua RT se Distrik Fakfak dalam penaganan dan pengolahan sampah.
“Untuk menciptakan keluarga yang berkualitas, kita harus memulai dari keluarga sebagai unit terkecil. Kami bersama DLH berkolaborasi dalam meningkatkan keluarga berkualitas dimulai dari pengelolaan sampah,” ungkap Sekretaris DP3AP2KB Fakfak, Idiana Toting,
S.K.M., M.M,yang hadir dalam mewakili kepala DP3AP2KB Lina Surjani SH.MM pada kegiatan tersebut.
Ia kemudian menyampaikan, jika secara skala Indonesia, sampah yang paling terbesar itu aadalah sampah keluarga. Sampah keluarga jika tidak dikelolah dengan baik bisa mengakibatkan hal hal yang negatif, tapi jika sampah dikelolah dengan baik dapat meningkatkan pendapatan ekonomi dan kualitas keluarga
“Sampah jika tidak dikelolah dengan baik akan berdampak pada lingkungan yang buruk dan berdampak pada kesehatan,” ucapnya.
Lebih lanjut dijelaskannya bahwa, jika berbicara kesehatan, DP3AP2KB mengampuh terkait dengan penurunan refelensi stanting. Program nasional yang harus dilaksanakan di Kabupaten.
“Kita memulai dari hal kecil bagaimana untuk memilihara lingkungan, karna lingkungan juga menentukan refelensi penurunan stanting,” ujarnya.
“Walaupun kita sudah memperbaiki gizi yang bagus, tapi lingkungannya kurang bagus bisa menimbulkan penyakit dan meningkatkan refelensi stanting bagi bayi balita di seribubhari pertama ,” sambungnya.
Dikesemptan itu pula, Kepala Dnas Lingkungan Hidup, Liza Neirasari, S.T., M.T. menyampaikan, sesuai undang undang no 18 tahun 2008 dan perda no 9 tahun 2019 terkait pengolahan sampah dan regulasi lainya namun tidak berarti jika karakter dari masyarakat tidak peduli terkait penanganan dan pengolahan sampah.
“Dengan cara memilah sampah yang masi bernilai ekonomis, bisa dapat dijul ke bank sampah. Ini adalah satu hal yang sangat positif,” ujarnya.
Untuk serius dalam penanganan bsampah, Liza Neirasari, menyampaikan ditahun 2026 ini dialokasikan anggaran untuk pengadan tempat sampah terpilah dalam jumlah cukup banyak untuk di distribusikan kepada Distrik, Kelurahan, Sekolah hingga sentra akumulasi kegiatan masyarakat serta fasilitas umum yang ada di Kabupaten Fakfak.
“Ini adalah instrumen untuk menyelesaikan masalah, semunya tergantung pada kita sekalian. kita semua mempunyai tanggung jawab terkait dengan sampah. Terutama kita yang rumah tangga yang setiap hari menghasilkan sampah,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini juga dijelaskan terkait jenis sampah dan cara penanganan dan pegolahanya, serta sampah yang mempunyai nilai ekonomis bisa langsung dijual pada Bank sampah.














