MATTANEWS.CO, PURWAKARTA – Kegiatan Ngabalungbang Leweung yang diinisiasi oleh BumDesMa Bersahaja Kecamatan Cibatu, dihadiri beberapa kepala OPD dan Intansi Pemerintahan. Diantaranya yakni Kadis DPMD Kabupaten Jaya Pranolo, Perwakilan Dinas Pertanian, Perhutani (KPH Purwakarta), Perwakilan Bank Jabar Banten, Karang Taruna Kabupaten, Dasep Saepul Akbar Direktur BumDesMa, H.Aan Camat Cibatu, AKP. Ali Murtadho Kapolsek Cibatu, serta unsur muspika lainnya, Jum’at (26/03/2020).
Simbolis penanaman jagung ini adalah bentuk kerjasama kemitraan antara BumDesMa Cibatu dengan beberapa pihak, seperti dengan Bank Jabar Banten, Cv Mutiara Bumi, Perhutani dan beberapa pihak lainnya.
Jaya mengatakan, saya apresiasi kegiatan BumDesMa Bersahaja cibatu karena mampu menggali potensi diwilayahnya dalam hal pertanian, dengan pola kemitraan bisa melaksanakan aktivitas yang tentunya dalam memberdayakan masyarakat kedepannya melalui kegiatan ini.
“Apa yang dilakukan BumDesMa Bersahaja ini sangat memungkinkan dapat dilaksanakan di kecamatan lain, kita DPMD bekerja sama dengan Bank BJB dan Opteker pernah melaksanakan Webinar, kita memberikan informasi kepada seluruh bumdes di purwakarta, kalau mereka memiliki potensi silakan”. Yang dilakukan oleh BumDesMa cibatu ini adalah salah satu model saja di bidang pertanian,” terangnya.
Kata Jaya, dengan adanya kegiatan ini mudah-mudahan bisa jadi momentum kebangkitan bumdes-bumdes yang ada di seluruh purwakarta, ternyata berusaha itu mudah asal ada keinginan dan kejujuran dalam melaksanakan kegiatannya, tutupnya.
Yusuf perwakilan dari CV Mutiara Bumi menjelaskan, untuk di wilayah kabupaten purwakarta sendiri sudah berjalan 193 hektar, meliputi wilayah Maniis, Tegalwaru, Darangdan dan Wanawali. Jadi ini bukan pertama kalinya kita bermitra,” jelasnya.
Sedangkan yang mewakili dari pihak perhutani Mulyana Kurniawan menuturkan,kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut, agar masyarakat yang berada di disekitar kawasan hutan dapat merasakan manfaat dengan keberadaan hutan itu sendiri. ”Kami perhutani membuka akses untuk kegiatan pemanfaatan hutan seperti kegiatan tumpang sari dan palawija,” tuturnya.














