* Wahyu Optimis Kenaikan Target PAD Jadi Tumpuan Pemkot
MATTANEWS.CO, MALANG – DPRD Kota Malang menyetujui dan menyepakati Ranperda Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dengan beberapa catatan fraksi-fraksi yang berlangsung di Gedung Sidang DPRD Kota Malang.
KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2025 disahkan DPRD Kota Malang ditandai dengan penandatanganan berita acara antara Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM, dengan pimpinan DPRD Kota Malang dalam rapat paripurna.
Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita menyebut, bahwa dalam membangun kemandirian fiskal nantinya bakal ada kenaikan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp.25 Milyar.
Menurutnya, kenaikan target PAD tersebut berdasarkan pada hasil pemetaan dan analisis yang dilakukan Badan Anggaran DPRD Kota Malang bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) Kota Malang.
“Sebelumnya ada kabar bahwa transfer daerah bakal dipangkas, tetapi penurunannya tidak sebesar itu, sehingga kami melakukan penyisiran potensi PAD,” ujar politisi berlambang banteng, Rabu (1/10/2025).
Lebih lanjut, Amithya juga mendorong untuk memaksimalkan potensi penyokong PAD sehingga nantinya pendapatan daerah dapat meningkat.
“Terutama potensi dari sektor pajak, retribusi, pemanfaatan aset barang milik daerah, dan Pajak Barang Jasa Tertentu (PBJT) makanan minuman serta Baa Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHATB) dimungkinkan dapat meningkatkan PAD,” ungkapnya.
Terlebih, pihaknya berkomitmen untuk terus mengawal jalannya anggaran agar tepat sasaran, terutama pada sektor-sektor yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat.
“Kesepakatan ini bukan hanya formalitas, tetapi bentuk tanggung jawab kita bersama demi pembangunan Kota Malang,” tuturnya.
Sementara itu, Wali Kota Wahyu mengungkapkan, rancangan APBD telah melalui pembahasan panjang bersama Badan Anggaran DPRD dan akhirnya mendapat persetujuan dari seluruh tujuh fraksi di DPRD Kota Malang.
Terkait kenaikan target PAD, Wahyu menilai bahwa hal tersebut, karena terdapat penurunan transfer daerah, sehingga diharapkan dalam pembangunan Kota Malang tetap berjalan dengan lancar.
“Kami optimis meskipun kenaikan PAD lebih dari Rp.25 Milyar dapat mendorong pembangunan kemandirian fiskal,” jelas Wahyu.
Bahkan, Wahyu telah menyiapkan langkah-langkah kongkrit dengan perhitungan secara matang, komitmen Pemkot Malang dalam upaya meningkatkan optimalisasi PAD.
“Kami punya perhitungan secara koefisien, kemudian juga ada stimulus. Peningkatan kemandirian fiskal juga bergantung dengan kekuatan PAD,” tukasnya














