MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Baru-baru ramai diberitakan jika konten kreator Willie Salim akan menjalani tradisi Tepung Tawar terkait konten masak rendang yang dinilai merusak marwah kota Palembang.
Namun, tradisi tersebut sepertinya tidak akan berjalan mulus. Pasalnya, pertemuan dua tokoh penting di kota Palembang yaitu Sultan Iskandar Mahmud menyebutkan, jika Tepung Tawar tidak berlaku dalam kasus dugaan penistaan yang dilakulan oleh Willie Salim.
Menurut Sultan Iskandar, perbuatan yang dilakukan oleh konten kreator asal Bangka Belitung itu, menyangkut marwah suku Palembang yang diatur dalam dalam kitab Simbur Cahaya.
“Dalam kitab ini (Simbur Cahaya) disebutkan Tepung Tawar itu untuk masalah pribadi. Tapi ini seorang yang menghina marwah suatu bangsa,” ungkap Sultan Iskandar sambil menunjukan salinan kitab Simbur Cahaya, Jumat (28/3/2025).
Dikatakannya, konten yang telah ditayangkan oleh Willie Salim itu tidak melalui standar operasional prosedur (SOP) yang berlakku. Sehingga, ia menduga Willie Salim sengaja membodohi dan memalukan masyarakat kota Palembang.
Maka dari itu, Sultan Iskandar meminta proses hukum terhadap Willie Salim harus tetap berjalan sebagaimana mestinya. Ia menyebutkan, jika proses Tepung Tawar tidak menghapuskan kesalahan Willie Salim.
“Untuk ranah hukum tetap harus dijalankan, pelaporan terus harus dijalankan. Ini penistaan, jadi tepung tawar itu tidak menghapuskan,” jelas Sultan Iskandar.
Dia menjelakan, untuk menjaga peradaban dan akhlak kehidupan sehari-hari warga kota Palembang. Maka harus mematuhi aturan yang ada di kitab Simbur Cahaya.
“Kita harus kembali kepada aturan yang ditetapkan oleh kitab Simbur Cahaya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketum DPP Gencar Indonesia, Charma Afrianto turut menyayangkan jika akan ada tradisi Tepung Tawar yang akan dilakukan Willie Salim bersama sebagian masyarakat kota Palembang.
“Jadi, saya disini diundang Sultan Iskandar buat buka puasa bersama. Beliau mengapresiasi atas pelaksanaan makan besar di BKB kemarin. Nah, disini juga kita membahas masalah Tepung Tawar. Jelas sangat disayangkan jika itu terjadi,” kata Charma.
Charma meminta, jika proses hukum terhadap Willie Salim harus tetap berjalan. Meskipun telah dilakukan Tepung Tawar.
“Kalau sudah seperti ini, proses hukum harus berjalan. Secara hukum adat pun, itu sudah sangat salah,” tukasnya.














