MATTANEWS.CO, OKI – Kepulan asap dan kobaran api membakar sebuah rumah dua lantai di Kelurahan Cinta Raja, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Rabu (26/8/2026) pagi.
Bangunan tersebut bukan hanya menjadi tempat tinggal satu keluarga. Sebanyak 12 kepala keluarga menempati rumah yang kemudian dilalap api tersebut.
Kebakaran membuat warga sekitar berupaya menyelamatkan diri dan mengamankan barang-barang yang masih dapat dibawa keluar dari bangunan. Dalam waktu bersamaan, laporan mengenai kebakaran diteruskan kepada petugas pemadam kebakaran.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten OKI kemudian mengerahkan empat armada ke lokasi. Sebanyak 38 personel diterjunkan untuk menghadapi kobaran api dan mencegah api menjalar ke bangunan di sekitar lokasi.
Kepala Satuan Pol-PP dan Damkar Hilwen Hariwijaya melalui Kepala Bidang Pemadam Kebakaran OKI, Fikril Hakim, mengatakan pengerahan armada dilakukan setelah pihaknya menerima laporan mengenai kebakaran.
“Sebanyak empat armada dan 38 personel kita kerahkan untuk melakukan pemadaman,” kata Fikril.
Menurutnya, petugas yang dikerahkan pihaknya berjibaku mengendalikan api yang membakar bagian-bagian bangunan. Terlebih kondisi bangunan yang terdiri atas dua lantai yang menurut Fikril proses pemadaman harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk memastikan tidak ada titik api yang masih tersisa.
Berdasarkan informasi awal yang diterima petugas, api diduga bermula dari bagian dapur. Dari sana, kobaran api kemudian membesar dan membakar bagian lain dari bangunan.
Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kebakaran. Petugas masih melakukan penanganan sekaligus pendataan untuk mengetahui sumber api secara lebih jelas.
“Untuk dugaan sementara api berasal dari bagian dapur. Namun penyebab pastinya masih dalam penanganan dan pendataan,” ujar Fikril.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran menyebabkan 12 keluarga yang tinggal di bangunan itu terdampak.
Setelah api berhasil dikendalikan, penanganan tidak berhenti pada proses pemadaman. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI bersama pemerintah kecamatan dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melakukan pendataan terhadap keluarga yang terdampak.
Pendataan diperlukan untuk mengetahui kondisi para penghuni setelah kebakaran, termasuk kebutuhan yang harus segera dipenuhi.
Besarnya kerugian akibat kebakaran tersebut juga belum diketahui. Petugas masih menghitung nilai kerusakan dan barang-barang yang terbakar.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Untuk kerugian material masih dalam proses penghitungan,” kata Fikril.
Petugas pemadam kemudian melakukan pendinginan di lokasi. Tahap ini dilakukan untuk memastikan bara maupun titik api yang tersisa tidak kembali menyala dan membahayakan warga ataupun bangunan di sekitar lokasi.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut. Pendataan terhadap 12 keluarga yang terdampak juga masih dilakukan oleh pihak terkait.
“Untuk dugaan sementara api berasal dari bagian dapur. Namun penyebab pastinya masih dalam penanganan dan pendataan,” tandasnya.














