MATTANEWS.CO, ACEH TAMIANG – Menempuh perguruan tinggi jauh dari rumahz membuat Muhammad Fauzan Tami (21) perlu memastikan perlindungan kesehatannya tetap aman.
Mahasiswa asal Aceh Tamiang itu harus tinggal sementara di Kota Langsa selama masa perkuliahan, sehingga ia merasa perlu menyesuaikan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), agar lebih mudah mengakses layanan kesehatan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus melakukan transformasi digital guna menjawab tantangan zaman. Dengan Aplikasi Mobile JKN, peserta dapat dengan mudah melakukan perpindahan Fasilitas Kesehatan tanpa harus datang ke kantor.
“Saya itu rumahnya di Kabupaten Aceh Tamiang dan sedang berkuliah di Kota Langsa. Untuk kepesertaannya sendiri sudah terdaftar sejak lama dan FKTP-nya terdaftar di Kabupaten Aceh Tamiang. Agar saya tenang dalam melaksanakan perkuliahan, akhirnya saya melakukan perpindahan fasilitas kesehatan ke wilayah Kota Langsa melalui Aplikasi Mobile JKN. Prosesnya sangat mudah sekali dan tentunya saya bisa tenang jika suatu waktu harus mendapatkan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan. Walaupun Aceh Tamiang dan Langsa itu dekat, tetapi jika membutuhkan pelayanan yang segera pasti memilih yang paling terdekat,” ucap Fauzan, Jum’at (3/6/2026).
Bagi Fauzan, akses layanan kesehatan bisa didapatkan dimanapun karena semua sudah di tanggung BPJS Kesehatan. Ia juga tidak khawatir apabila sewaktu-waktu meskipun di perantauan dia sakit.
Menurutnya, yang paling utama Adalah menjaga keaktifan peserta. Dengan adanya digitalisasi lewat Aplikasi Mobile JKN telah membawa kemudahan yang nyata dan meningkatkan kenyamanan layanan.
“Apresiasi setinggi-tingginya untuk BPJS Kesehatan yang turut menghadirkan inovasi Aplikasi Mobile JKN. Semudah itu untuk pindah FKTP bahkan keluar kota. Dengan tiga langkah praktis tersebut, masyarakat kini tidak perlu datang ke kantor cabang BPJS Kesehatan untuk merubah fasilitas kesehatan yang diinginka ,” jelas Fauzan.
Fauzan turut menyampaikan bahwa informasi yang termuat di dalam aplikasi ini sangat membantu peserta JKN dalam memahami jaminan kesehatan secara komprehensif.
Dirinya menilai Aplikasi Mobile JKN memiliki peran strategis dalam meningkatkan literasi jaminan sosial kesehatan bagi Generasi Z. Selama ini, banyak anak muda yang cenderung apatis terhadap urusan jaminan kesehatan karena menganggap prosedurnya terlalu rumit.
“Aplikasi ini menjadi sarana edukasi yang sangat efektif bagi generasi muda. Tampilannya yang intuitif membuat kami yang awalnya kurang peduli kini mulai memahami hak dan kewajiban sebagai peserta. Menurut saya aplikasi Mobile JKN adalah salah satu aplikasi yang wajib ada di ponsel untuk efisiensi waktu dan tentu saja mengurangi pelayanan tatap muka secara langsung. Saya yakin peserta JKN yang belum memiliki Aplikasi Mobile JKN pasti akan merasa sangat rugi,” ungkap Fauzan
Fauzan turut mengapresiasi BPJS Kesehatan selaku penyelenggara Program JKN yang terus berupaya berbenah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta JKN.
Ia juga berharap kelak seluruh Masyarakat Indonesia terdaftar sebagai peserta JKN, dimana Program JKN ini merupakan sistem jaminan kesehatan yang memastikan setiap masyarakat memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif, bermutu dengan biaya terjangkau.














