MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Keluhan publik terkait pungutan liar di titik putar balik dan persimpangan ramai di Palembang akhirnya memicu tindakan tegas aparat. Setelah video aksi pemalakan pengendara beredar luas dan memancing kemarahan warganet, Polda Sumsel turun tangan dalam rangkaian Operasi Sikat Musi II 2025.
Dua orang pria yang diduga kerap memaksa pengendara memberikan uang diamankan petugas Direktorat Samapta Polda Sumsel. Mereka adalah Nesta Arnado (19) dari kawasan Lorok Pakjo, Ilir Barat I, dan Sastra (46) yang diketahui sering beraksi di sekitar Jembatan Musi 2. Penangkapan dilakukan Senin (3/11/2025).
Salah satu titik razia berada di putaran Jalan Kolonel H. Berlian, Pintu Kayu, lokasi yang sempat menjadi bahan perbincangan publik karena video viral pungli beberapa hari sebelumnya.
“Keduanya kita amankan di dua lokasi berbeda. Satu di kawasan Pintu Kayu yang sempat viral beberapa hari lalu, dan satu lagi di kawasan Musi 2 depan rumah Mantan Wali Kota Palembang,” ungkap Kompol Hanafi, Rabu (4/11/2025).
Polisi menyebut kedua pelaku akan diproses melalui tindak pidana ringan, sebagai bagian dari operasi yang masih berlangsung dan terus menyasar titik rawan pungli.
“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari banyaknya laporan masyarakat terkait maraknya aksi pungli dan premanisme di sejumlah titik di Palembang. Ini menjadi atensi pimpinan agar situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” jelasnya.
Aksi pungli terhadap pengendara, yang kerap dikemas sebagai “bantu putar balik”, sudah lama dikeluhkan warga karena dianggap memanfaatkan situasi lalu lintas padat dan akses publik yang terbatas. Viral di media sosial, tuntutan warga kemudian berubah menjadi langkah nyata aparat menertibkan ruang publik.














