BERITA TERKINIHEADLINENUSANTARA

Forum DAS Sumsel Dorong Kecamatan Pedamaran Kembangkan Pupuk Organik dari Limbah Ikan

×

Forum DAS Sumsel Dorong Kecamatan Pedamaran Kembangkan Pupuk Organik dari Limbah Ikan

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, OKI – Limbah ikan yang selama ini menjadi sumber pencemaran di lingkungan pasar tradisional Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), mulai diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat. Melalui pelatihan pengolahan limbah ikan menjadi pupuk organik cair (POC), masyarakat didorong mengubah sampah organik menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.

Forum DAS Sumatera Selatan sebagai fasilitator terbentuknya Kelompok Pengelola Sampah Pasar Kecamatan Pedamaran Periode 2025-2026 yang disahkan oleh camat pada 25 Juli 2025 lalu.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Pedamaran, Sabtu (13/6/2026), itu dihadiri Camat Pedamaran, tokoh masyarakat, sejumlah kepala desa, kelompok pedagang pasar, pengurus PKK, serta warga Desa Menang Raya dan desa-desa lainnya di wilayah Kecamatan Pedamaran.

Penanggung jawab kegiatan dari tim gender Forum DAS Sumatera Selatan Dr. Chuzaimah, SP., M.Si, mengatakan program tersebut merupakan salah satu dari 302 proposal yang dinyatakan lolos seleksi secara nasional.

“Dari 930 proposal yang diajukan kelompok pegiat lingkungan dari berbagai daerah di Indonesia, hanya 302 yang dinyatakan lolos. Kegiatan di Pedamaran ini menjadi salah satu yang mendapatkan dukungan untuk dilaksanakan,” kata Chuzaimah Sabtu (13/6/2026).

Menurut dia, pelatihan difokuskan pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah ikan menjadi pupuk organik cair yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian rumah tangga maupun usaha produktif masyarakat.

Dia melanjutkan, selama ini, limbah ikan yang berasal dari hasil tangkapan sampingan umumnya memiliki nilai ekonomi rendah sehingga sering dibuang begitu saja. Limbah tersebut meliputi ikan berukuran terlalu kecil, ikan yang rusak saat proses penangkapan, maupun jenis ikan yang tertangkap dalam jumlah terbatas sehingga tidak layak dipasarkan.

“Akibatnya, limbah ikan menumpuk di sejumlah titik dan menimbulkan bau tidak sedap yang mengganggu kebersihan lingkungan pasar,” ujarnya.

Camat Pedamaran Yusnursal mengatakan persoalan limbah ikan perlu menjadi perhatian bersama karena berkaitan langsung dengan kesehatan lingkungan masyarakat.

“Selama ini limbah ikan masih dianggap tidak memiliki nilai. Padahal jika dikelola dengan baik dapat menjadi produk yang bermanfaat bagi pertanian sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Ketua Kelompok Pengelola Sampah Pasar Kecamatan Pedamaran, Elis Monalisa, menilai pelatihan tersebut menjadi langkah awal membangun kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah organik secara produktif.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa limbah bukan hanya masalah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi apabila diolah dengan tepat,” katanya.

Pada sesi pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai teknik pembuatan pupuk organik cair mulai dari persiapan bahan baku, proses fermentasi, hingga cara pengaplikasian pada tanaman. Materi tersebut disampaikan melalui paparan teori dan demonstrasi langsung di lapangan.

Narasumber Dr. Dewi Meidalima, SP., MP, menjelaskan limbah ikan mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman sehingga berpotensi menjadi pupuk organik berkualitas.

“Jika proses pembuatannya dilakukan dengan benar, pupuk organik cair dari limbah ikan mampu meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia,” ujarnya.

Selain materi pembuatan pupuk organik cair, peserta juga mendapatkan pelatihan pembuatan eco enzyme yang disampaikan Nuniek Handayani, S.Pd.

Menurut Nuniek, pengelolaan sampah harus dimulai dari lingkungan keluarga agar volume sampah yang dibuang ke lingkungan dapat terus ditekan.

“Rumah tangga memiliki peran penting dalam pengurangan sampah. Dengan keterampilan yang dimiliki, masyarakat dapat mengubah limbah menjadi sesuatu yang bernilai,” katanya.

Selama kegiatan berlangsung, fasilitator Dr. Ir. Karlin Agustina, M.Si, melakukan pendampingan sekaligus evaluasi pemahaman peserta melalui pre-test dan post-test.

Sebagai bagian dari program, tim pelaksana juga membangun demo plot kebun sayur yang memanfaatkan pupuk organik cair hasil olahan limbah ikan. Kebun percontohan tersebut selanjutnya diserahkan kepada TP PKK Kecamatan Pedamaran untuk dikelola dan dikembangkan secara berkelanjutan.

“Demplot ini kami serahkan kepada TP PKK Kecamatan Pedamaran dengan harapan dapat terus dimanfaatkan dan menjadi contoh bagi masyarakat dalam penerapan pengelolaan limbah organik secara berkelanjutan,” kata Chuzaimah.

Melalui kegiatan tersebut, lanjut dia, masyarakat diharapkan tidak lagi memandang limbah ikan sebagai sampah semata, melainkan sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi produk bernilai guna.

“Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, pemanfaatan limbah ikan juga berpotensi membuka peluang lahirnya produk lokal berbasis pupuk organik yang memiliki nilai jual,” tandasnya.