NUSANTARAPOLITIK

Gelar Karya dan Pentas Seni SMPN 1 Tulungagung, Bupati: Kurikulum Merdeka

×

Gelar Karya dan Pentas Seni SMPN 1 Tulungagung, Bupati: Kurikulum Merdeka

Sebarkan artikel ini
Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, M.M., didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Rahadi Puspita Bintara, S.E., M.Si., saat meninjau produk karya siswa-siswi SMPN 1 Tulungagung, Selasa (14/3) Foto: Ferry Kaligis/mattanews.co

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung melalui Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Tulungagung menggelar Karya dan Pentas Seni tahun 2023 bertempat di halaman utama setempat, Selasa (14/3/2023).

Gelar Karya dan Pentas Seni tahun 2023 tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, M.M., disaksikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Rahadi Puspita Bintara, S.E., M.Si., bersama undangan lainnya.

Dalam mengawali kata sambutan, Maryoto mengatakan kegiatan Gelar dan Pentas Seni ini adalah bagian dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang merupakan salah satu ciri-ciri diimplementasikan Kurikulum Merdeka.

Dalam Kurikulum Merdeka, sambung Maryoto, terjadi pengurangan materi pelajaran yang cukup signifikan yaitu antara 30-35 persen. Selain itu, juga memberikan kemerdekaan kepada satuan pendidikan untuk menentukan sendiri materi ajar.

“Atas nama Pemerintah kabupaten Tulungagung, saya mengucapkan selamat kepada siswa-siswi SMPN 1 Tulungagung dan seluruh pihak-pihak yang telah berpartisipasi sehingga acara Gelar Karya dan Pentas Seni pada hari ini bisa terlaksana dengan sukses dan lancar,” ucapnya.

“Pemerintah hanya menentukan capaian pembelajarannya. Dalam era perubahan paradigma pendidikan yang digulirkan oleh Mas Nadiem Makarim (Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologinya.red) salah satunya melalui Kurikulum Merdeka,” imbuhnya.

Maryoto menambahkan melalui Kurikulum Merdeka mengisyaratkan bahwasanya Pendidikan tidak sekedar memberikan ilmu pengetahuan sebagaimana selama ini dilakukan, tetapi lebih dari itu secara umum pendidik Indonesia diarahkan untuk membentuk Profil Pelajar Pancasila.

Adapun Profil Pelajar Pancasila, sambung Maryoto, yakni beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, kebhinekaan global, bergotong-royong, kreatif, bernalar kritis, dan mandiri.

“Selaras dengan itu kompetensi lulusan pun juga diarahkan pada persiapan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia,” tambahnya.

“Selain itu, penanaman karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dan penumbuhan kompetensi literasi dan numerasi peserta didik,” sambungnya.

Sebelum mengakhiri kata sambutan, lebih lanjut Maryoto menjelaskan sebagaimana Permendikbudristek Nomor 5 Tahun 2022 bahwa dalam rangka membentuk Profil Pelajar Pancasila yang juga selaras dengan kompetensi lulusan tersebut salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Dalam kegiatan P5 ini, tutur Maryoto, diharapkan anak mampu bekerjasama, bergotong-royong yang memupuk kreativitas, kemandirian dan bernalar kritis.

“P5 tidak hanya bertujuan untuk menciptakan produk tertentu, baik berupa produk barang maupun ketrampilan tertentu tetapi kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat karakter Profil Pelajar Pancasila,” terangnya.

“Oleh karena itu anak-anak dilibatkan untuk berpikir, bernalar dan menentukan kegiatan. Seperti saat ini SMPN 1 Tulungagung dalam perwujudan P5 dengan Gelar Karya dan Pentas Seni. Saya yakin kegiatan ini telah melibatkan seluruh guru, anak didik dB seluruh warga sekolah maupun pihak-pihak terkait untuk merancang dan melaksanakan kegiatan dimaksud.

“Sekali saya sampaikan selamat dan sukses untuk SMPN 1 Tulungagung yang melaksanakan kegiatan Gelar Karya dan Pentas Seni. Semoga tujuan-tujuan dalam proses pembelajaran dapat tercapai demi kemajuan Pendidikan di Kabupaten Tulungagung,” pungkasnya.