NUSANTARA

Gelar Pertemuan, Pemda SBB Bahas Persiapan Pemberlakuan New Normal

×

Gelar Pertemuan, Pemda SBB Bahas Persiapan Pemberlakuan New Normal

Sebarkan artikel ini

Reporter : Fitrah

MALUKU, Mattanews.co – Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Provinsi Maluku, menggelar pertemuan bersama camat dan penjabat kepala desa se-Kabupaten Seram Bagian Barat guna membahas persiapan pemberlakuan new normal life ditengah pandemi Covid-19.

Pertemuan dilaksanakan di lantai III kantor Bupati desa Morekau, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten SBB, Kamis (04/06/2020) dengan dihadiri oleh Bupati SBB Moh Yasin Payapo dan didampingi oleh setda SBB Mansur Tuharea, asisten I Setda Kabupaten SBB, Z. Selano, Kadis Kesehatan Anis Tappang, Kadis Pemdes Moksen Pelu, dan Kadis Sosial. J. Rahantang.

Bupati SBB Moh Yasin Payapo dalam pertemuan mengatakan, Pemda SBB bersama dengan 62 daerah berlomba menerapkan new normal life. Kita harus bersahabat dengan virus corona dan selanjutnya kita akan mulai melakukan gerakan mensosialisasikan mulai dari desa sampai ke dusun – dusun serta bagi siapapun masyarakat yang hidup di Kabupaten SBB.

“Kita harus bekerja sama agar pemberlakukan news normal akan tercapai dan direncanakan pemberlakuan news normal di Kabupaten Seram Bagian Barat mulai berlaku pada Senin (08/06/2020) mendatang,” jelas Payapo.

Lanjut Payapo, penerapan dan pemberlakuan new normal harus di jalankan sesuai dengan protap kesehatan seperti memaakai masker apabila ke luar rumah, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, jaga jarak dan harus diperketat agar masyarakat tidak terjangkit Covid-19,” sambung Payapo.

Payapo juga meminta kepada seluruh Camat agar harus mengkoordinir setiap wilayahnya, mulai dari desa sampai dengan dusun – dusun serta melakukan sosialisasi pola hidup normal yang kita kenal dengan new normal life kepada seluruh masyarakat.

Payapo juga mengimbau kepada semua Camat, kepala desa dan kepala dusun, agar semua bekerja sama untuk mensosialisasikan new normal life atau gaya hidup normal yang baru. “Agar dapat dipahami oleh masyarakat yang ada di wilayah masing – masing dan tetap pada protap kesehatan,” imbuh Payapo.

Editor : Anang