MATTANEWS.CO, OKI – Pemerintah memulai Gerakan Nasional Groundbreaking Koperasi Merah Putih secara serentak di seluruh Indonesia, Jumat (17/10). Kegiatan yang dibuka melalui video conference bersama Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Joko Juliantono, itu digadang sebagai tonggak baru penguatan ekonomi kerakyatan berbasis desa.
Namun, di tengah semangat pemberdayaan ekonomi rakyat, sebagian elemen masyarakat menilai proyek nasional ini perlu dikawal ketat agar tidak terjebak pada pola lama: koperasi hanya ramai saat peresmian, lalu mati suri di lapangan.
Di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), kegiatan peletakan batu pertama dipusatkan di Desa Mulya Guna, Kecamatan Teluk Gelam. Komandan Kodim 0402/OKI-OI Letkol Inf Gunawan Wibisono memimpin langsung acara tersebut, didampingi unsur Forkopimda, perangkat desa, dan masyarakat setempat.
“Koperasi Merah Putih sebagai lembaga ekonomi, sekaligus merupakan wadah pemberdayaan masyarakat. Melalui koperasi ini, warga desa akan mendapat akses pendanaan, pelatihan, dan pengembangan usaha,” ujar Gunawan dalam sambutannya.
Namun di balik semangat besar pemberdayaan ini, masih ada pekerjaan rumah yang tak ringan. Sejumlah elemen masyarakat menilai, inisiatif nasional seperti Koperasi Merah Putih kerap tersandung pada persoalan klasik. Mulai dari lemahnya manajemen di tingkat desa, minimnya pendampingan, hingga kurangnya pemahaman masyarakat terhadap keberadaan koperasi itu sendiri.
Bahkan bukan tidak mungkin, di tengah gegap gempita peluncuran program, justru warga desa yang menjadi sasaran utama belum sepenuhnya tahu koperasi tersebut ada di lingkungannya sendiri.
Di sinilah peran pemerintah daerah dan dinas terkait diuji: memastikan gerakan koperasi benar-benar dikenal, dipahami, dan dimanfaatkan oleh masyarakat, bukan sekadar proyek administratif di atas kertas.
Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten OKI, misalnya, diharapkan dapat memperkuat sosialisasi hingga ke tingkat dusun. Meski informasi tidak pernah muncul ke tengah publik, tetapi konon kabar berdasarkan data sementara, jumlah koperasi yang terdaftar di Kabupaten OKI sudah mencapai ratusan unit. Kondisi ini menunjukkan adanya saluran keterbukaan informasi publik yang tersumbat.
Kepala Desa Mulya Guna menyebut warga menyambut baik kehadiran koperasi tersebut. Ia berharap, kegiatan ini tidak berhenti pada seremoni, melainkan diikuti pembinaan nyata.
Lembaga Investigasi Negara Hamadi memandang Koperasi Merah Putih digagas sebagai gerakan memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani, nelayan, serta pelaku UMKM. Ia mengatakan Groundbreaking serentak ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kembali semangat gotong royong ekonomi rakyat.
Sebaliknya, Hamadi berpendapat tanpa sosialisasi yang masif dan pengawasan yang kuat, upaya yang dicanangkan Presiden Prabowo ini sendiri akan berisiko hanya menjadi program sementara.
“Agar semangat itu tak menguap begitu saja, pemerintah daerah dan instansi terkait harus senantiasa hadir dalam memastikan koperasi terus berjalan sesuai dengan cita-cita awal pembentukan koperasi itu sendiri,” pungkasnya.














