MATTANEWS.CO, LABUHANBATU SELATAN – Gerakan Revolusi Aktivis Mahasiswa (Geram) Labuhanbatu Raya akan menggelar aksi di Kantor Kejaksaan Negeri dan Dinas Pendidikan Labuhanbatu Selatan, pada 27-28 Maret 2024 mendatang.
Aksi tersebut dilakukan untuk meminta Kepala Kejaksaan Negeri Labuhanbatu Selatan agar memanggil dan memeriksa Kepala Dinas Pendidikan Labusel yang diduga terdeteksi melakukan KKN terkait penundaan Ujian Tengah Semester (UTS) SD dan SMP dilingkungan pendidikan Labusel.
Selain itu para pendemo nantinya juga akan meminta Kejari Labusel untuk mengusut tuntas besaran anggaran Ujian Tengah Semester (UTS) yang diambil dari dana bos setiap sekolah, yang diduga terindikasi melakukan korupsi massal dilingkup pendidikan.
“Kami juga meminta kepala dinas pendidikan Labusel, untuk mengklarifikasi sebab akibat penundaan Ujian Tengah Semester yang telah tertera di kalender akademik pendidikan Labusel,”ucap jepril selaku koordinator lapangan aksi.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Labuhanbatu Selatan Taufiq, saat dikonfirmasi mengenai tanggapannya tentang wacana aksi yang akan dilakukan oleh Gerakan Revolusi Aktivis Mahasiswa (Geram) tersebut, hingga berita ini diterbitkan belum berhasil dimintai tanggapan.
Diketahui Kadis Pendidikan Labusel Diduga melakukan intervensi dana bos dengan memberikan pengadaan soal ujian tengah semester kepada pengada. Dan sampai saat ini belum memberikan keterangan resmi kepada awak media alasan mengapa ujian tengah semester (UTS) tersebut bisa tertunda.














