MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru menegaskan kader Nahdlatul Ulama (NU) harus mampu menjadi sosok yang solutif dan menjaga toleransi di tengah derasnya perubahan sosial dan arus informasi saat ini.
Hal itu disampaikan Herman Deru saat memberikan pembekalan pada Pembukaan Pendidikan Dasar–Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) Angkatan II yang digelar PWNU Sumsel di Balai Diklat Keagamaan Palembang, Jumat (29/5/2026).
Dalam arahannya, Herman Deru menekankan bahwa kader NU tidak boleh hanya mengikuti perubahan zaman, tetapi harus mampu menjadi aktor yang memberi arah perubahan di masyarakat.
“Hari ini NU mendominasi di Sumsel. Kita sebagai kader murni juga harus menjadi aktor, bukan hanya hanyut oleh perubahan,” kata Herman Deru.
Ia menyebut perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi menjadi tantangan besar yang harus dihadapi para kader NU dengan sikap moderat dan bijaksana.
“Kita merasakan ada perubahan yang cepat. Kultur kita berubah, belum lagi teknologi yang membuat arus informasi begitu deras sehingga ada beberapa budaya yang bergeser,” ujarnya.
Menurut Herman Deru, kondisi Sumsel yang selama ini dikenal aman dan minim konflik harus terus dijaga bersama, terutama karena masyarakat Sumsel hidup dalam keberagaman budaya dan agama.
“Saya menyadarkan kita untuk bersyukur karena Sumsel zero konflik. Padahal kita ini multikultur,” ucapnya.
Ia mengatakan karakter masyarakat Sumsel yang religius, toleran, serta menjunjung budaya gotong royong menjadi kekuatan utama dalam menjaga stabilitas daerah.
“Karakter Sumsel religius dan toleran, budaya Melayu santun, tradisi gotong royong kuat, Islam moderat tumbuh baik, stabilitas sosial dan kerukunan masyarakat tetap terjaga,” katanya.
Karena itu, Herman Deru meminta kader NU terus memperkuat peran sebagai perekat persatuan di tengah masyarakat.
“Pesan saya, jaga dan perluas toleransi. Kita harus menjadi kader pengurus NU yang solutif, memberikan jalan keluar, bukan menjadi kompor,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru juga menyoroti tantangan meningkatnya sikap individualistis di tengah masyarakat, terutama setelah pandemi Covid-19.
“Kadang kita menghadapi penyakit individualis. Sejak Covid-19 penyakit itu makin besar. Nahdliyin harus menjadi terapis bagaimana agar penyakit ini bisa dikurangi,” ujarnya.
Ia menilai pembangunan daerah tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur fisik, namun juga harus dibarengi pembangunan sumber daya manusia dan moral masyarakat.
“Pembangunan harus seimbang, tidak cukup hanya fisik, tapi juga manusia dan moral,” katanya.
Herman Deru juga mengapresiasi langkah NU yang aktif bergerak di bidang sosial kemasyarakatan melalui pembangunan klinik, perpustakaan, hingga kegiatan pemberdayaan masyarakat lainnya.
“Kita Nahdliyin harus menjadi penggerak pembangunan. Ini langkah baik dan saya senang melihatnya,” ungkapnya.
Di hadapan peserta PD-PKPNU, Herman Deru turut membagikan tiga prinsip utama yang menurutnya harus dimiliki setiap kader NU.
“3K kuncinya, yakni konsisten, konsekuen, dan kecepatan. Integritas itu penting, tapi lebih penting lagi perilaku sejajar dengan ucapan,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Lakpesdam NU Sumsel H. Hernoe Roesprijadji mengatakan kaderisasi menjadi langkah penting agar NU terus mampu melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas dan siap menggerakkan organisasi.
“Ilmu adalah pemimpin amal. Karena itu kader perlu bergerak dan perlu adanya pelatihan,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumsel yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas suksesnya acara ini, termasuk kepada Pemprov Sumsel atas dukungannya,” ujarnya.
Ketua PWNU Sumsel KH Hendra Zainudin turut mengapresiasi kehadiran Herman Deru yang disebutnya tidak hanya hadir sebagai gubernur, tetapi juga bagian dari keluarga besar NU di Sumsel.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Herman Deru atas kehadirannya. Bahkan beliau sebagai Mukhtasar PBNU Sumsel juga memberikan pembekalan dan menjadi narasumber dalam PD-PKPNU ini,” katanya.















