BERITA TERKINI

Gubernur Sulbar: Keandalan Wartawan Diukur dengan UKW Objektif

×

Gubernur Sulbar: Keandalan Wartawan Diukur dengan UKW Objektif

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, SULBAR,– Untuk mewujudkan insan pers berintegritas tinggi dan memiliki kecerdasan intelektual yang memadai, serta pengalaman yang cukup dan ditopang oleh jaringan yang luas di semua lapisan masyarakat, puluhan wartawan Sulawesi Barat mengikuti Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) di Ballroom Hotel d’ Maleo Mamuju, Minggu (26/9/2021).

Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar (ABM) yang membuka UKW angkatan III tersebut mengatakan, keandalan seorang pewarta diukur dengan uji kompetensi secara objektif. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan langkah maju dan konkrit untuk melahirkan wartawan berwawasan, serta memiliki kompetensi sesuai kehendak Undang-Undang Pers.

“Penyajian informasi saat ini sering disuguhi berita-berita bernada provokatif terutama melalui media online, masyarakat terkadang dibuat bimbang dalam menentukan berita itu benar, akurat serta dapat dipertanggungjawabkan atau hanya hoax, biasanya berita seperti itu ditulis oleh wartawan yang baru memasuki dunia jurnalistik,” katanya.

Dirinya berharap, kehadiran media di tengah-tengah masyarakat disamping dapat menyajikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. “Sekaligus dapat mendorong masyarakat memiliki nalar dan kecerdasan membanding untuk memilah mana informasi yang benar dan mana informasi yang bersifat provokasi,” pungkas ABM.

Wakil Ketua Dewan Pers, Hendry Ch Bangun menyampaikan, kegiatan kali ini dinilai mendapat suatu peningkatan. Untuk itu, Dewan Pers akan berusaha agar kegiatan tersebut bisa dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas dan meningkatkan karya jurnalistik, sehingga SDM wartawan lebih meningkat.

“Kita menyadari bersama bahwa peran Pers akan semakin besar terutama dalam pemberian informasi dan edukasi kepada masyarakat, terutama yang berkaitan dengan perkembangan pandemi Covid-19,” paparnya.

Menurutnya, kalau pemerintah saja yang bekerja itu tidak cukup. “Untuk itu Pers memiliki peran ikut membantu sehingga tercipta solidaritas protokol kesehatan praktis dapat mencapai target,” pungkasnya. (*)