MATTANEWS.CO, SULBAR – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), menyampaikan ucapan selamat datang kepada Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, yang dijadwalkan hadir di Sulawesi Barat dalam rangka Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Jadi Sulawesi Barat ke-22.
Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada Senin, 21 September 2026, pukul 10.00 WITA hingga selesai, bertempat di Auditorium Lantai 4 Kantor Gubernur Sulawesi Barat.
Gubernur SDK menyampaikan, kehadiran Menteri Agama RI merupakan sebuah kehormatan sekaligus momentum penting bagi masyarakat Sulawesi Barat, khususnya dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan, persaudaraan, dan pembangunan sumber daya manusia.
“Atas nama Pemerintah Provinsi dan seluruh masyarakat Sulawesi Barat, kami menyampaikan selamat datang kepada Bapak Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, di Bumi Manakarra, Sulawesi Barat. Kehadiran beliau menjadi kehormatan bagi kami dan mudah-mudahan memberikan pencerahan serta inspirasi bagi masyarakat Sulawesi Barat,” ujar Gubernur SDK, Minggu (20/9/2026).
Menurut Suhardi Duka, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kegiatan seremonial keagamaan, tetapi menjadi momentum untuk kembali meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Keteladanan Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita tentang kejujuran, amanah, keadilan, kasih sayang dan persaudaraan. Nilai-nilai tersebut sangat relevan dalam membangun pemerintahan yang melayani dan masyarakat yang semakin maju serta sejahtera,” katanya.
Peringatan Maulid Nabi tahun ini mengangkat tema, “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, Menguatkan Spiritualitas dan Persaudaraan untuk Mewujudkan Sulawesi Barat yang Maju dan Sejahtera.”
Gubernur berharap, momentum Maulid Nabi yang dirangkaikan dengan Hari Jadi Sulawesi Barat ke-22 ini dapat semakin memperkuat kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
“Semangat Maju dan Sejahtera harus kita bangun bersama dengan landasan spiritualitas, persaudaraan dan akhlak yang baik. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia pendidikan dan seluruh masyarakat Sulawesi Barat,” pungkasnya.
Kehadiran Menteri Agama RI di Mamuju diharapkan semakin memperkuat hubungan dan sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, khususnya dalam pembangunan bidang keagamaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan kehidupan sosial dan kerukunan umat beragama di Sulawesi Barat.














