HEADLINE

Hadiri Jamasan Tombak Kanjeng Kyai Upas 2021, Bupati Tulungagung: Memperkuat Spirit Mental

×

Hadiri Jamasan Tombak Kanjeng Kyai Upas 2021, Bupati Tulungagung: Memperkuat Spirit Mental

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Pemerintah kabupaten Tulungagung menggelar prosesi jamasan pusaka Tombak Kanjeng Kiai Upas di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan setempat, Jum’at (20/8/2021).

“Iya benar, kita laksanakan jamasan Pusaka Tombak Kanjeng Kiai Upas setiap tahunnya,” kata Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo usai prosesi siraman pusaka tersebut kepada awak media, Jum’at (20/8/2021).

Bupati Maryoto menjelaskan, prosesi siraman pusaka ini sudah sejak dulu hingga kini dilaksanakan setiap tanggal 13 bulan Suro (Penanggalan Jawa hari ini jatuh pada Jum’at legi red.).

“Secara histori sudah sejak dulu dari Bupati Tulungagung awal Raden Mas Pringgokoesumo yang membawa pusaka Tombak Kanjeng Kiai Upas yang merupakan andalan di Kabupaten Tulungagung,” terangnya.

“Selain itu, memperkuat satu spirit mental pada pejabat saat dulu, dan turun menurun hingga sekarang, adapun untuk sejarah Kiai Upas sudah dijelaskan oleh Panitia,” imbuhnya.

Menurut Maryoto, prosesi siraman menggunakan berbagai sesaji dengan iringan Gending dilaksanakan ditengah pandemi melanda sehingga hanya dihadiri dengan undangan terbatas.

“Karena prosesi siraman jamasan pusaka ini ditengah Covid-19, undangan hanya untuk 50 orang saja, makanya yang hadir lebih sedikit dari sebelum adanya pandemi, dengan menerapkan protokoler kesehatan dan mematuhi 5M,” ujarnya.

“Ketika sebelum masa pandemi dulu pusaka diarak dari srono atau sarana dan prasarana dulu diarak dari luar dengan satuan pasukan diiringi dengan kesenian,” tukasnya.

Hal serupa dikatakan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung Drs.Bambang Ermawan terkait prosesi jamasan pusaka tombak Kanjeng Kiai Upas memang tidak bisa ditunda meskipun kondisi ditengah Pandemi Covid-19.

“Maka kita lakukan prosesi ini dengan sederhana dan undangan hanya 50 orang dengan tetap terapkan protokoler kesehatan,” katanya.

Menurut Bambang, pusaka ini diyakini masyarakat Kabupaten Tulungagung sebagai peninggalan leluhur yang mampu menjaga dan membebaskan dari marabahaya.

“Selain itu, sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus melestarikan budaya leluhur, maka jamasan ini digelar setiap tahunnya,” ujarnya.

Rangkaian prosesi jamasan pusaka tahun 2021 lebih lanjut Bambang menjelaskan diawali malam tirakatan dengan acara Macapat pada Kamis (19/8).

“Sedangkan hari ini sebagai puncaknya, prosesi siraman pusaka tersebut. Adapun pada malam hari nanti sekira pukul 19.00 WIB akan digelar Wayang kulit secara virtual tanpa penonton,” terangnya.

“Dalam kegiatan ini biayanya menggunakan anggaran APBD Kabupaten Tulungagung Tahun 2021,” sambungnya.

Pantauan mattanews.co setelah prosesi siraman tersebut dilanjutkan dengan agenda mengucap syukur dengan banyaknya nasi kuning lengkap dengan ingkung ayam serta semua yang hadir wajib makan nasi bubur yang diyakini membawa berkah.

Kegiatan prosesi jamasan pusaka dihadiri Bupati Tulungagung Drs.Maryoto Birowo bersama Forkopimda hadir Dandim 0807 Tulungagung Letkol Inf. Mulyo Junaedi, Wakapolres Tulungagung Kompol Christopher Lebang Adhikara, Ketua DPRD Tulungagung Marsono, S.Sos, Kepala Kejaksaan Negeri Mujiarto, Sekda Tulungagung Drs.Sukaji, Kepala OPD terkait dilingkup Tulungagung, Camat Tulungagung, Lurah dan perangkat Kelurahan Kepatihan, Warga Kasepuhan Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia Cabang Tulungagung serta undangan lainnya.