Reporter : Nopri
PARIT TIGA, Mattanews.co. Para penambang timah yang berdomisili di Kecamatan Parit Tiga, Bangka Barat, saat ini enggan melakukan aktivitas penambangan timah.
Hal ini dikarenakan harga timah yang turun secara drastis, yaitu Rp30.000 per Kg. ini tentu saja membuat warga semakin terdesak himpitan ekonomi.
Menurut Badrun, (36) warga Desa Air Gantang, dirinya bersama rekannya Amani telah berada di Pantai Penganak, Desa Air Gantang setiap hari melakukan aktivitas menambang timah di tengah laut.
Namun saat telah berada di pantai, dia mendapat pemberitahuan dari sesama penambang bahwa harga timah turun.
“Pagi tadi saya sudah di pantai, sudah mau ke laut buat kerja (menambang timah) tapi salah seorang rekan memberitahu bahwa harga timah turun. Padahal kemarin harganya Rp55.000 per Kg,” ujarnya, Rabu (18/3/2020).
Jika harga timah turun sebesar Rp30.000, berarti nanti bakal dihargai 25 ribu aja. Dia memilih untuk tidak bekerja, daripada harus membuang waktu mengumpulkan timah.
Hal ini diamini oleh Amani, rekan Badrun. Amani mengatakan, jika kemarin dirinya bersama Badrun mendapatkan 10 kg timah, dan setelah dipotong biaya operasional, dengan harga 55 ribu saja dirinya hanya bisa membawa uang sebesar 50 ribu rupiah.
“Kalau turun lagi hingga Rp30,000 pernKg, lantas kami mau pulang bawa apa? Mending gak kerja aja, apa lagi mencari timah dilaut itu taruhannya nyawa,” katanya.
Salah satu kolektor berinisial I warga Parit ketika dihubungi membenarkan turunnya harga timah tersebut.
“Iya turun, hari ini sama lusa saya tidak beli timah dulu, mau liat keadaan dulu tiga hari ke depan gimana. Dilema sih, kita beli murah, kasihan sama penambang, apa lagi tukang ngelimbang, kita beli mahal kita rugi, enggak kita beli, lebih parah lagi, mereka mau belanja buat keperluan rumah gimana nantinya, miris,” ucapnya.
Sementara itu, Ali Hartono, ketua Ormas FKPMP mengatakan rasa prihatinnya atas keadaan sekarang ini.
“Kita tidak bisa bicara banyak, saya hanya berharap agar rekan-rekan penambang sabar menghadapi keadaan ini,” ujarnua.
Menurutnya, apa yang dialami saat ini, juga dialami oleh negara-negara lain.
Karena ekonomi dunia juga sedang terpuruk usai mewabahnya virus Corona.
“Hal ini tentu saja berakibat pada turunnya ekonomi dunia, dan kita tahu saat ini para pemerintah dunia sedang fokus untuk menangani permasalahan ini,” ujar Ali Hartono.
Editor : Nefri














