Hasil Konsultasi Publik Tentang RPJMD Tanah Datar Menuai Polemik

  • Whatsapp

 

MATTANEWS.CO, TANAH DATAR – Dengan minimnya bidang kebudayaan di salam hasil Konsultasi Publik Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah(RPJMD) Tanah Datar, Sumatera Barat(Sumbar), akhirnya menuai polemik.

Bacaan Lainnya

RPJMD ini harus mengacu dengan visi dan misi kepala daerah terpilih.

Namun dalam hasil konsultasi publik yang digelar di Aula Kantor Bupati Tanah Datar, dibuka langsung oleh Bupati Eka Putra, dengan melalui Zoom meeting, dari Rumah Dinas (Rumdin) Indojolito.

Namun dalam hasil akhir di RPJMD, sangat minim menyangkut di bidang kebudayaan.

Irwan Malin Basah, salah seorang tenaga ahli Cagar Budaya (TACB)di Tanah Datar mengatakan, dengan minimnya bidang kebudayaan dimasukan di RPJMD itu, dia berharap untuk dipilih ulang.

“Dengan tidak sesuai dengan visi dan misi bupati terpilih dan tidak akan tercapai, ABS-SBK yang diimplementasikan,” ucapnya, Jumat (26/3/2021).

Dia mempertanyakan, apakah bidang kebudayaan yang sudah terbentuk itu, hanya mengurusi lembaga saja.

Padahal menurutnya, pekerjaan di bidang kebudayaan sangat besar kerjanya.

“Menurut Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan, ada 10 objek pemajuan yang harus dilakukan,” ujarnya.

Dia mengatakan, Kabupaten Tanah Datar adalah sumber kebudayaan Minangkabau, dan sudah dilabeli dengan ‘Kota Budaya’, selayaknya mempunyai dinas kebudayaan sendiri.

“Kenapa kita kalah oleh Sawahlunto, yang satu-satunya kabupaten kota yang memiliki dinas kebudayaan sendiri, selain Provinsi Sumbar,” ujarnya.

Melihat dari seluruh, item dan indikator, untuk mendirikan, lanjutnya, dinas kebudayaan semua memenuhi syarat.

Seperti sesuai dengan Pergub Sumbar, angka-angka kuantitatif indeks, Kebudayaan Tanah Datar melebihi standar yang ditentukan.

“Bahkan ribuan objek kebudayaan yang tersebar di Tanah Datar ini,” ucapnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait